Mengawali perdagangan, IHSG dibuka naik tipis ke level 3.579,146 dan kemudian melanjutkan penguatan ke level 3.610,559, naik 32 poin dari penutupan kemarin di level 3.578,954.
Saham-saham unggulan di segala sektor diburu investor di awal perdagangan dan berhasil menggiring IHSG naik cukup tinggi menembus kembali level 3.600. Penguatan itu terjadi seiring dengan tren penguatan bursa-bursa regional Asia yang tadi pagi menguat cukup tinggi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Penopang utama penguatan IHSG adalah kenaikan harga saham-saham komoditas dan perbankan. Pembukaan bursa-bursa Eropa yang positif belum memberikan pengaruh terhadap IHSG. IHSG pun hanya ditutup menguat tipis.
Pada penutupan perdagangan Kamis (21/10/2010), IHSG menguat 9,056 poin (0,25%) ke level 3.588,010. Sedangkan Indeks LQ 45 naik 0,327 poin (0,04%) ke level 663,822.
Perdagangan hari ini berjalan cukup ramai dengan frekuensi transaksi di seluruh pasar 130.203 kali pada volume 7,790 miliar lembar saham senilai Rp 4,626 triliun. SebanyakΒ 130 saham naik, 90 saham turun dan 84 saham stagnan.
Transaksi investor asing mencatat pembelian bersih (foreign net buy) sebesar Rp 271,476 miliar.
Bursa-bursa regional Asia bergerak variatif:
- Indeks Shanghai turun 20,42 poin (0,68%) ke level 2.983,53.
- Indeks Hang Seng menguat 92,98 poin (0,39%) ke level 23.649,48.
- Indeks Nikkei 225 turun 5,12 poin (0,05%) ke level 9.376,48.
- Indeks Straits Times turun tipis 8,97 poin (0,28%) ke level 3.169,64.
Sementara saham-saham yang turun cukup tinggi dan masuk dalam kategori top losers antara lain Mandom (TCID) turun Rp 600 ke Rp 7.400, Indomobil (IMAS) turun Rp 250 ke Rp 7.900, Astra International (ASII) turun Rp 150 ke Rp 56.150, Gudang Garam (GGRM) turun Rp 150 ke Rp 47.800. (dro/dnl)











































