Menurut Managing Director PT Indo Premier Securities, Moleonoto The, bersama Head of Investment Banking PT UBS Securities Indonesia Rajiv Louis, penjatahan akhir saham TBIG kepada investor asing mencapai 72% atau sekitar 396.799.920 lembar dari penerbitan saham baruΒ 551.111.000 lembar.
"28% untuk investor domestik, dimana 12% merupakan pemodal ritel sedangkan sisanya, 15% merupakan pemodal institusi," ungkap Moleonoto kepada detikFinance dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Senin (25/10/2010).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Investor asing juga mendominasi penyerapan saham melalui private placement," ungkap Direktur Keuangan dan Corporate Secretary Tower Bersama, Helmy Yusman Santoso.
Saham Tower Bersama juga tercatat mengalami kelebihan permintaan (oversubscribed) 17 kali. Pemesanan atas alokasi pooling ini tergambar saat periode offering yang berlangsung hingga 20 Oktober 2010.
PT Indo Premier Securities dan PT UBS Securities Indonesia merupakan penjamin pelaksana emisi efek perseroan. Usai pelaksanaan masa offering, perseroan siap listing di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tanggal 26 Oktober 2010.
"Para pelaku pasar melihat peluang bisnis menara sangat baik seiring dengan tingkat pertumbuhan pengguna telepon selular di Indonesia yang meningkat dan trend dari para operator telekomunikasi untuk menyewa menara bersama untuk optimalisasi jaringan mereka, sehingga saham TBIG berpotensi untuk diburu investor sebagai investasi baik jangka menengah maupun jangka panjang," imbuh Helmy.
(wep/qom)











































