Asing Serap 72% Saham IPO Tower Bersama

Asing Serap 72% Saham IPO Tower Bersama

- detikFinance
Senin, 25 Okt 2010 08:30 WIB
Asing Serap 72% Saham IPO Tower Bersama
Jakarta - Penyerapan saham baru PT Tower Bersama Infratructure Tbk (TBIG) oleh investor asing, melalui penawaran umum mencapai Rp 803.519.838.000 atau 72% dari total saham yang akan dicatatkan.

Menurut Managing Director PT Indo Premier Securities, Moleonoto The, bersama Head of Investment Banking PT UBS Securities Indonesia Rajiv Louis, penjatahan akhir saham TBIG kepada investor asing mencapai 72% atau sekitar 396.799.920 lembar dari penerbitan saham baruΒ  551.111.000 lembar.

"28% untuk investor domestik, dimana 12% merupakan pemodal ritel sedangkan sisanya, 15% merupakan pemodal institusi," ungkap Moleonoto kepada detikFinance dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Senin (25/10/2010).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dengan demikian perseroan telah menghimpun dana Rp 1,97 triliun, dengan harga saham Rp 2.025 per lembar. Dana yang berhasil dihimpun berasal dari 551.111.000 lembar melalui penerbitan saham baru, 339.750.000 lembar melalui private placement dan 82.666.500 lembar melalui penjatahan lebih (green shoe).

"Investor asing juga mendominasi penyerapan saham melalui private placement," ungkap Direktur Keuangan dan Corporate Secretary Tower Bersama, Helmy Yusman Santoso.

Saham Tower Bersama juga tercatat mengalami kelebihan permintaan (oversubscribed) 17 kali. Pemesanan atas alokasi pooling ini tergambar saat periode offering yang berlangsung hingga 20 Oktober 2010.

PT Indo Premier Securities dan PT UBS Securities Indonesia merupakan penjamin pelaksana emisi efek perseroan. Usai pelaksanaan masa offering, perseroan siap listing di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tanggal 26 Oktober 2010.

"Para pelaku pasar melihat peluang bisnis menara sangat baik seiring dengan tingkat pertumbuhan pengguna telepon selular di Indonesia yang meningkat dan trend dari para operator telekomunikasi untuk menyewa menara bersama untuk optimalisasi jaringan mereka, sehingga saham TBIG berpotensi untuk diburu investor sebagai investasi baik jangka menengah maupun jangka panjang," imbuh Helmy.

(wep/qom)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads