"Bakrie sebagai pemegang konsesi pipa gas Kalija yang jalurnya sejalan dengan pipa Kepodang sudah bicara intensif dengan pemerintah untuk pembangunan pipa Kepodang sebagai realisasi tahap I dari proyek Kalija," ujar Direktur Utama BNBR, Bobby Gafur Umar kepada detikFinance, Senin (25/10/2010).
Menurut Bobby, BNBR telah menyiapkan investasi sebesar US$ 135-145 juta untuk pembangunan tahap I pipa ini selama 22 bulan. Pendanaannya akan menggunakan kombinasi kas internal dan pembiayaan proyek (project financing).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pembangunan pipa, lanjut Bobby, dapat dilakukan setelah penandatangan GSA (Gas Sales Agreement) dan GTA (Gas Transportation Agreement). Bobby mengatakan, saat ini perseroan tengah menunggu penetapan pemerintah untuk realisasi pelaksanaan proyek tersebut. Rencananya, Kementerian Energi dan Ssumber Daya Mineral (ESDM) melalui Badan Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak Dan Gas (BPMIGAS) akan mengumumkannya hari ini.
"Pipa Kepodang dibangun dengan skema hilir open access. Dengan skema ini, biaya pembangunan pipa tidak termasuk dalam cost of recovery yang tentunya menguntungkan bagi negara dan akan banyak sumur-sumur marjinal sepanjang jalur pipa yang dapat memanfaatkan pipa open access tersebut," jelas Bobby.
Â
Â
(dro/qom)











































