IHSG dibuka naik tipis ke level 3.598,206 dan kemudian melanjutkan penguatan ke level 3.627,336, naik 30 poin dari penutupan akhir pekan lalu di level 3.597,745.
Pada awal perdagangan, IHSG sempat bergerak stagnan lantaran tidak adanya sentimen positif yang cukup kuat. Pelaku pasar memutuskan melakukan wait and see.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saham-saham perbankan juga menjadi incaran utama investor pada perdagangan pagi ini. Upaya pencegahan perang mata uang otomatis akan meminimalisir gerak fluktuasi kurs yang tentunya akan membuat kinerja keuangan bank jauh lebih stabil.
Penguatan saham di 2 sektor ini berhasil mengangkat IHSG naik cukup tinggi dan menembus level 3.600. IHSG berpeluang ditutup di atas level 3.600 setelah gagal berkali-kali pada perdagangan pekan lalu.
Pada penutupan perdagangan sesi I Senin (25/10/2010), IHSG menguat 23,694 poin (0,65%) ke level 3.621,439. Sedangkan Indeks LQ 45 naik 3,966 poin (0,59%) ke level 671,143.
Perdagangan hari ini berjalan moderat dengan frekuensi transaksi di seluruh pasar 61.948 kali pada volume 2,862 miliar lembar saham senilai Rp 2,585 triliun. Sebanyak 133 saham naik, 74 saham turun dan 62 saham stagnan.
Transaksi investor asing mencatat pembelian bersih (foreign net buy) tipis sebesar Rp 68,465 miliar.
Bursa-bursa regional Asia seluruhnya menguat:
- Indeks Hang Seng melesat 220,55 poin (0,94%) ke level 23.738,09.
- Indeks Nikkei 225 naik tipis 6,01 poin (0,06%) ke level 9.434,54.
- Indeks Straits Times naik 21,87 poin (0,69%) ke level 3.195,44.
Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Astra Agro (AALI) naik Rp 500 ke Rp 24.800, BRI (BBRI) naik Rp 400 ke Rp 11.250, Bank Danamon (BDMN) naik Rp 250 ke Rp 6.550, SMART (SMAR) naik Rp 200 ke Rp 5.800, Lonsum (LSIP) naik Rp 200 ke Rp 11.150.
Sementara saham-saham yang turun cukup tinggi dan masuk dalam kategori top losers antara lain Bayan Resources (BYAN) turun Rp 250 ke Rp 12.950, Indocement (INTP) turun Rp 250 ke Rp 17.850, Bukit Asam (PTBA) turun Rp 200 ke Rp 19.900, Telkom (TLKM) turun Rp 100 ke Rp 8.900.
Â
Â
(dro/qom)











































