Mengawali perdagangan, IHSG dibuka naik tipis ke level 3.598,206 dan kemudian melanjutkan penguatan ke level 3.644,720, naik 47 poin dari penutupan akhir pekan lalu di level 3.597,745.
IHSG sempat bergerak stagnan di awal perdagangan. Sepinya sentimen positif bursa-bursa regional Asia membuat pelaku pasar menunggu konfirmasi perdagangan lebih lanjut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain saham komoditas, kenaikan cukup tinggi juga terjadi pada saham-saham sektor perbankan. Upaya pencegahan perang mata uang otomatis akan meminimalisir gerak fluktuasi kurs yang tentunya akan membuat kinerja keuangan bank jauh lebih stabil.
IHSG pun melesat cukup tinggi dimotori oleh penguatan saham di sektor perkebunan, perbankan, konsumsi dan aneka industri. Indeks saham sektor perkebunan naik lebih dari 4%.
IHSG berhasil mencetak rekor penutupan tertinggi baru hari ini. Rekor intraday tertinggi belum dipatahkan. Rekor penutupan sebelumnya terjadi pada perdagangan 14 Oktober 2010 di level 3.618,478, sedangkan rekor intraday tertinggi sebelumnya juga pada hari yang sama di level 3.644,720.
Pada penutupan perdagangan Senin (25/10/2010), IHSG menguat 45,746 poin (1,27%) ke level 3.643,491. Sedangkan Indeks LQ 45 naik 9,134 poin (1,36%) ke level 676,311.
Perdagangan hari ini berjalan cukup ramai dengan frekuensi transaksi di seluruh pasar 125.236 kali pada volume 5,867 miliar lembar saham senilai Rp 5,121 triliun. Sebanyak 140 saham naik, 89 saham turun dan 77 saham stagnan.
Transaksi investor asing mencatat pembelian bersih (foreign net buy) sebesar Rp 145,812 miliar.
Bursa-bursa regional Asia didominasi penguatan:
- Indeks Hang Seng menguat 110,37 poin (0,47%) ke level 23.627,91.
- Indeks Nikkei 225 turun tipis 25,55 poin (0,27%) ke level 9.401,16.
- Indeks Straits Times naik 13,75 poin (0,43%) ke level 3.187,32.
Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Astra Agro (AALI) naik Rp 1.500 ke Rp 25.800, Petrosea (PTRO) naik Rp 1.500 ke Rp 41.500, BRI (BBRI) naik Rp 950 ke Rp 11.800, Lonsum (LSIP) naik Rp 550 ke Rp 11.500.
Sementara saham-saham yang turun cukup tinggi dan masuk dalam kategori top losers antara lain Gudang Garam (GGRM) turun Rp 250 ke Rp 46.900, Bukit Asam (PTBA) turun Rp 200 ke Rp 19.900, Bayan Resources (BYAN) turun Rp 200 ke Rp 13.000.
Â
Â
(dro/qom)











































