Saham Krakatau Steel Kok Murah?

Saham Krakatau Steel Kok Murah?

Angga Aliya ZRF - detikFinance
Selasa, 26 Okt 2010 08:43 WIB
Jakarta - Saham PT Krakatau Steel (KS) hanya dibandrol Rp 850 atau merupakan batas terendah dari kisaran harga yang ditetapkan sebelumnya di Rp 800-Rp 1.150 per lembar. Pemerintah membantah harga murah untuk saham KS itu demi untuk menggaet lebih banyak investor asing.

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Mustafa Abubakar mengaku sengaja mematok harga saham perdana KS di Rp 850 per lembar untuk menguntungkan konsumen. Harga saham KS diambil lebih rendah dari batas atas bukan karena tawaran investor asing yang sangat rendah.

"Kita ingin memberi space kepada investor supaya punya capital gain agar lebih menarik. Supaya banyak investor tier I yang masuk," kata Mustafa saat ditemui di kantornya, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Senin (25/10/2010).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia mengatakan dengan harga yang murah itu, maka lebih banyak kesempatan untuk investor masuk, meski target raupan dana dari IPO tersebut berpotensi tidak terpenuhi karena harga yang tidak terlalu tinggi.

"Dengan Rp 850 per lembar saham itu banyak investor jangka panjang yang masuk," jelasnya.

Pemerintah juga sudah menetapkan porsi asing dalam IPO BUMN baja itu akan lebih rendah dari porsi investor lokal. Asing ditetapkan bisa membeli 35% saham IPO KS, sementara lokal sebanyak 65%.

"Supaya banyak investor lokal masuk, karena yang melamar masuk cukup kuat," imbuhnya.

Perusahaan pelat merah itu berencana listing atau mencatatkan sahamnya di bursa pada 10 November 2010 mendatang dan melepas sebanyak 3.155.000.000 (3,1 miliar) lembar saham.

Sebelumnya, KS memutuskan kisaran harga saham perdana dalam IPO berada di kisaran Rp 800-Rp 1.150 per saham. Namun ternyata para investor asing menawar saham KS di harga rendah.

Akibatnya, kisaran harga saham perusahaan baja pelat merah tersebut diambil yang sedikit lebih rendah dibandingkan patokan harga tertinggi di Rp 1.150.

Investor di Asia, terutama di Singapura dan Hong Kong tertarik untuk membeli saham KS hingga sebanyak Rp 6 triliun. Angka tersebut diketahui setelah perusahaan pelat merah itu melakukan roadshow ke dua negara itu.

Setelah Asia, BUMN baja itu akan melakukan roadshow ke beberapa negara di Amerika Serikat dan Eropa.

(ang/qom)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads