Pada awal pembukaan perdagangan saham pukul 09.30 JATS hari ini, meningkat Rp 125 dari penetapan harga sebelumnya, yakni Rp 2.025 per lembar.
Perusahaan siap melepas 551.111.000 lembar ke publik dengan target dana US$ 125 juta. Jumlah saham yang pesan sebanyak 732.401.000 lembar, dengan nilai kapitalisasi Rp 9.227.317.275.225.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Juga ada opsi penjatahan lebih (green shoe) sebanyak 82.666.5000 lembar. Opsi ini dilakukan agar harga saham stabil dalam waktu 30 hari setelah listing perdana. Hingga total dana yang didapat mencapai Rp 1,97 triliun (US$ 220 juta). Tower Bersama telah menunjuk Indopremier Securities dan UBS Securities sebagai penjamin emisi.
Hasil perolehan dana IPO, sebanyak 70% akan digunakan untuk belanja modal dalam rangka membangun sites telekomunikasi menara yang telah ada. Sisanya, sebagai dana akusisi dalam rangka perluasan dan penambahan portofolio menara telekomunikasi perseroan.
TBIG menjadi tamu ke-15 Bursa Efek Indonesia (BEI) tahun 2010 setelah PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK), PT Pembangunan Perumahan Tbk (PTPP), PT Benakat Petroleum Energy Tbk (BIPI), PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR), PT Nippon Indosari Corpindo Tbk (ROTI), PT Golden Retailindo Tbk (GOLD), PT SkyBee Tbk (SKYB), PT BPD Jabar Banten Tbk (BJBR), PT Indopoly Swakarsa Industry Tbk (IPOL), PT Evergreen Invesco Tbk (GREN), PT Bukit Uluwatu Vila Tbk (BUVA) dan PT Berau Coal Energy Tbk (BRAU), PT Harum Energy Tbk (HRUM) dan PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP).
Â
Â
(wep/dro)











































