Bank Permata Gelar RUPS Rights Issue Rp 2 Triliun Pada 3 November

Bank Permata Gelar RUPS Rights Issue Rp 2 Triliun Pada 3 November

Angga Aliya ZRF - detikFinance
Selasa, 26 Okt 2010 10:57 WIB
Jakarta -

PT Bank Permata Tbk (BNLI) akan menggelar Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) dengan agenda penerbitan saham baru melalui mekanisme Penawaran Umum Terbatas IV (PUT IV) atau rights issue dengan total nilai hampir Rp 2 triliun pada 3 November 2010. Saat ini perseroan masih menunggu izin dari Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK).

"Persetujuan dari Bapepam masih dalam proses, kita harapkan sesuai jadwal di 3 November 2010," kata Wakil Direktur Utama Bank Permata Herwidayatmo usai Malam Peduli Konsumen Perbankan di Hotel Borobudur, Lapangan Banteng, Jakarta, Senin (25/10/2010).

Menurutnya, pihak Bapepam-LK meminta perseroan untuk memperbaiki prospektus karena ada beberapa yang perlu perbaikan. Namun sayang, ia tidak membeberkan bagian mana di prospektus tersebut yang perlu direvisi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ada beberapalah. Mudah-mudahan bisa sesuai jadwal supaya RUPS kita sesuai jadwal," ungkapnya.

Perseroan sebanyak-banyaknya akan mengeluarkan 1.290.520.987 lembar saham baru. Harga pelaksanaan atas rights issue sendiri Rp 1.549 per saham. Saham diambil dalam portepel kelas B.

Dengan demikian dana yang dikumpulkan atas aksi ini mencapai Rp 1.999.017.008.863. Setiap pemegang enam saham lama yang namanya tercatat dalam Daftar Pemegang Saham Bank Permata pada tanggal 15 Nopember 2010, pukul 16.00 WIB, berhak atas satu saham baru.

Selaku pemegang saham mayoritas, PT Astra International Tbk (ASII) dan Standard Chartered Bank berkomitmen untuk menyerap seluruh saham dalam penawaran HMETD yang menjadi haknya.

Keduanya juga bertindak sebagai pembeli siaga (standby buyer) atas sisa saham HMETD yang tidak dipesan oleh pemegang saham lainnya.

Hingga semester I-2010, BNLI mencatat rasio kecukupan modal (CAR) 13,9%. Melalui right issue ini, CAR perseroan akan terdongkak menjadi 17,6%.

(ang/dnl)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads