"Tahun depan kita akan tangani 4-5 proyek. Kita tangani untuk setiap proyek, Rp 3 triliun," ujar Managing Director PT UBS Securities Vincent Rajiv Louis di gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), SCBD Jakarta, Selasa (26/10/2010).
Ia menambahkan, dari kelima emisi tersebut, dipastikan dua perusahaan telah mempercayakan UBS sebagai penjamin emisi atas saham perdana (Initial Public Offering), Satu perusahaan juga akan menggalang dana dalam bentuk surat utang obligasi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita tangani setiap perusahaan dengan kapitalisasi sebesar Rp 10 triliun. Sehingga perusahaan dapat meningkatkan kapitalisasinya sebesar Rp 2,5 triliun," tegasnya.
Menurutnya, kondisi ekonomi Indonesia sedang dalam kondisi prima. Jadi sepatutnya, perusahaan mencari utang dari luar negeri. "Waktunya perusahaan Indonesia untuk pinjem uang dari luar (negeri), karena treasury rate sedang rendah. Dulu rate rendah hanya 36 hari," ucap Rajiv.
Â
Â
(wep/dro)










































