Mengawali perdagangan, IHSG dibuka turun tipis ke level 3.643,108 dan langsung balik arah menguat ke level 3.661,196, naik 18 poin dari penutupan kemarin di level 3.643,491.
Sayangnya, penguatan itu tidak bertahan lama. Perlahan tapi pasti, level IHSG terus menurun hingga akhirnya mencolek zona negatif di level 3.638,064. Sebagian besar saham unggulan didera aksi jual dipimpin koreksi saham-saham komoditas pertambangan dan perkebunan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kedatangan tamu baru Bursa Efek Indonesia (BEI) yaitu PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG) berhasil memberikan semangat pada saham-saham infrastruktur. Saham TBIG ditutup naik 18,51% pada perdagangan perdana ini dengan nilai transaksi Rp 795 miliar.
Saham raksasa Telkom (TLKM) juga ikutan menguat dan menambah tenaga IHSG menapak di zona hijau.
Bursa-bursa regional Asia bergerak dalam kecenderungan koreksi, disusul oleh pembukaan bursa-bursa Eropa yang sebagian besar melemah siang tadi.
Pada penutupan perdagangan Selasa (26/10/2010), IHSG menguat 10,611 poin (0,29%%) ke level 3.654,102 . Sedangkan Indeks LQ 45 naik 2,7 poin (0,39%) ke level 679,011 .
Perdagangan hari ini berjalan cukup ramai dengan frekuensi transaksi di seluruh pasar 134.241 kali pada volume 6,380 miliar lembar saham senilai Rp 6,748 triliun. Sebanyak 87 saham naik, 149 saham turun dan 78 saham stagnan.
Transaksi investor asing mencatat pembelian bersih (foreign net buy) sebesar Rp 268,090 miliar.
Bursa-bursa regional Asia didominasi pelemahan:
- Indeks Hang Seng melemah tipis 26,67 poin (0,11%) ke level 23.601,24.
- Indeks Nikkei 225 turun tipis 23,78 poin (0,25%) ke level 9.377,38.
- Indeks Straits Times turun tipis 11,13 poin (0,35%) ke level 3.171,93.
Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya BTPN naik Rp 1.250 ke Rp 12.650, Gudang Garam (GGRM) naik Rp 550 ke Rp 47.450, Tower Bersama (TBIG) naik Rp 375 ke Rp 2.400, Hexindo (HEXA) naik Rp 350 ke Rp 6.350, Bank Mandiri (BMRI) naik Rp 250 ke Rp 7.150.
Sementara saham-saham yang turun cukup tinggi dan masuk dalam kategori top losers antara lain Indo Tambang (ITMG) turun Rp 900 ke Rp 49.000, Astra International (ASII) turun Rp 350 ke Rp 56.950, Petrosea (PTRO) turun Rp 300 ke Rp 41.200, BRI (BBRI) turun Rp 300 ke Rp 11.500.
Β
Β
(dro/qom)











































