"Investor asing sudah 3 pasti masuk, termasuk Posco (Pohang Iron & Steel Corporation)," kata Menteri BUMN Mustafa Abubakar di kantornya, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Selasa (26/10/2010) malam.
Supaya tidak ketinggalan oleh investor asing, pemerintah juga meminta BUMN lain tidak ketinggalan untuk membeli saham perusahaan baja pelat merah tersebut. Perusahaan yang diminta antara lain, PT Jaminan Sosial dan Tenaga Kerja (Jamsostek) dan Taspen.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia mengatakan, rendahnya harga IPO KS di Rp 850 per lembar saham ditujukan untuk menjaring lebih banyak investor tier I yang benar-benar melakukan investasi dan tidak hanya mengejar keuntungan sesaat saja.
"Sudah dibahas dengan manajemen. Kita juga ingin dua hal, yakni modal cukup untuk pengembangan dan di pasar secondary menumbuhkan gairah," ujarnya.
Sebelumnya, KS memutuskan kisara harga saham perdana dalam IPO berada di kisaran Rp 800-Rp 1.150 per saham. Namun ternyata para investor asing menawar saham KS di harga rendah.
Akibatnya, kisaran harga saham perusahaan baja pelat merah tersebut diambil yang sedikit lebih rendah dibandingkan patokan harga tertinggi di Rp 1.150.
Investor di Asia, terutama di Singapura dan Hong Kong tertarik untuk membeli saham KS hingga sebanyak Rp 6 triliun. Angka tersebut diketahui setelah perusahaan pelat merah itu melakukan roadshow ke dua negara itu. Setelah Asia, BUMN baja itu akan melakukan roadshow ke beberapa negara di Amerika Serikat dan Eropa.
(ang/qom)











































