Target Emiten Baru BEI di 2010 Meleset

Target Emiten Baru BEI di 2010 Meleset

- detikFinance
Kamis, 28 Okt 2010 15:16 WIB
Jakarta - Bursa Efek Indonesia (BEI) memperkirakan, hingga akhir tahun 2010 hanya ada 22 emiten saham baru yang mencatatkan sahamnya. Hal ini tidak sesuai dengan yang ditargetkan pada awal tahun, yakni 25 emiten.

"Paling sampai dengan Desember 22-23 emiten. Sisanya tahun depan," ujar Direktur Penilaian Perusahaan BEI, Eddy Sugito di Hotel Pasific Place, SCBD Jakarta, Kamis (28/10/2010).

Hingga kini, baru ada 15 emiten baru yang mencatatkan saham perdananya di lantai bursa. Mereka diantaranya, PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK), PT Pembangunan Perumahan Tbk (PTPP), PT Benakat Petroleum Energy Tbk (BIPI), PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR), PT Nippon Indosari Corpindo Tbk (ROTI).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Selain itu ada juga PT Golden Prima Retailindo Tbk (GOLD), PT Skybee Tbk (SKYB), PT BPD Jabar Banten Tbk (BJBR), PT Indopoly Swakarsa Industry Tbk (IPOL), PT Evergreen Invesco Tbk (GREN), PT Bukit Uluwatu Villa Tbk (BUVA) dan PT Berau Coal Energy Tbk (BRAU), PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) , PT Harum Energy Tbk (HRUM), dan terakhir PT Tower Bersama Infrastructure (TBIG).
Β 
Menurutnya, hingga kini setidaknya ada 12 calon emiten yang mendaftarkan permohonan saham baru ke Bapepam-LK. Mengingat waktu kurang dari tiga bulan lagi, Eddy menyebut tidak seluruhnya akan terjadi di tahun ini.

"Kalau seperti itu (PT Multifilling Mitra Indonesia, PT Megapolitan Development, dan PT Martina Berto) kemungkinan di tahun depan," tambahnya.

Sementara terkait target BEI tahun 2011 untuk penerbitan saham baru di tahun depan yang berjumlah 25 emiten, Eddy menilai otoritas tidak mengejar quantity, tapi quality. "Kita mendorong quality," tegasnya.

Dengan adanya calon-calon emiten besar yang akan mencatatkan saham di triwulan IV-2010 ini, seperti Krakatau Steel dan Agung Podomoro, diharapkan menjadi momentum bagi perusahaan lain untuk meraih dana serupa di periode mendatang.

Sementara itu, dari hasil 15 emiten baru yang telah listing hingga kini, dana yang berhasil dihimpun mencapai Rp 44 triliun. Angka ini pasti akan bertambah, jika kedelapan perusahaan, termasuk KS dan Agung Podomoro bakal listed. (wep/dnl)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads