"Peningkatan laba didukung oleh peningkatan harga jual rata-rata logam timah," ujar Sekretaris Perusahaan Timah Abrun Abubakar dalam siaran persnya, Jumat (29/10/2010).
Pada triwulan III-2010, harga logam timah di London Metal Exchange (LME) cenderung meningkat, rata-rata di atas US$ 20.000 per ton. Selama tahun 2010, harga rata-rata logam timah adalah US$ 18.567 per ton, harga terendah US$ 14.950 per ton dan tertinggi sebesar US$ 24.650 per ton.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Harga rata-rata logam timah yang diterima oleh perseroan pada triwulan III-2010 sebesar US$ 18.133 per ton atau 40% lebih tinggi dibandingkan dengan harga rata-rata pada periode yang sama tahun lalu US$ 12.995 per ton.
Produksi bijih timah pada kuartal III-2010 mengalami penurunan disebabkan oleh adanya tingginya curah hujan selama tahun 2010. Total volume produksi bijih timah tercatat sebesar 27.123 ton.
Produksi bijih timah dari penambangan laut pada triwulan III-2010 lebih besar 17% yaitu sebesar 15,745 ton dibandingkan dengan produksi bijih dari penambangan laut pada periode yang sama tahun 2009 sebesar 13.440 ton.
Produksi bijih dari penambangan darat pada triwulan III-2010 tercatat sebesar 11.378 ton atau menurun 17% dibandingkan dengan produksi bijih dari penambangan darat sampai dengan periode yang sama tahun lalu 13.719 ton.
Volume penjualan logam timah sembilan bulan pertama 2010 adalah sebesar 29.252 metric ton, menurun sebesar 7.201 metric ton ayau 20% lebih rendah dari periode yang sama tahun 2009 sebesar 36.453 metric ton.
Produksi logam timah mencapai 29.631 metric ton atau lebih rendah 12% dibandingkan dengan produksi logam pada periode yang sama tahun lalu yaitu 33.765 metric ton.
Total penerimaan penjualan yang diterima oleh perseroan sampai dengan akhir September 2010 tercatat sebesar Rp 5,61 triliun atau hampir sama dengan realisasi pendapatan tahun 2009 sebesar Rp 5,53 triliun.
Laba bersih pada triwulan ketiga tercatat sebesar Rp 475,4 miliar, meningkat 178% dibandingkan dengan pendapatan pada triwulan III-2009 yaitu Rp 170,9 miliar. Margin yang diperoleh adalah sebesar US$ 2.288 per ton atau lebih besar 128% dari margin yang diterima perseroan pada kuartal III-2010 sebesar US$ 1.005 per ton.
Neraca perseroan untuk periode yang berakhir pada 30 September 2010 mencatat total aktiva sebesar Rp 4,9 triliun atau lebih tinggi 1% dibandingkan dengan total aktiva pada 31 Desember 2009 sebesar Rp 4,85 triliun.
Naiknya nilai aktiva juga diimbangi dengan penurunan jumlah kewajiban sebesar 17% menjadi Rp 1,18 triliun dari yang sebelumnya pada 31 Desember 2009 sebesar Rp 1,42 triliun.
(epi/dnl)











































