Hal ini diutarakan oleh Managing Director Wintermar, Sugiman Layanto usai paparan publik perseroan di Hotel Ritz Calton, Pasific Place, SCBD, Jakarta Jumat (29/10/2010).
"Kita sedang jajaki pinjaman 70-80% dari modal kerja kita, dengan jangka waktu selama 5 tahun," ungkapnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita masih lihat berapa. Yang jelas untuk harga kapal sekitar US$ 10-30 juta per kapal, tergantung jenisnya," tegas Sugiman.
"Ada beberapa bank yang sedang kami jajaki, diantaranya OCBC (NISP), CIMB Niaga, serta UOB Buana," tambah Head of Corporate Planning Department Wintermar, Pek Swan Layanto, CFE.
Perseroan juga merencanakan, akan menghapus utang anak usaha senilai US$ 6 juta. Dana refinancing didapat dari penyisihan hasil Initial Public Offering (IPO), sebanyak 15,5%.
Hingga September 2010, perseroan mencatat laba bersih Rp 73 miliar, dengan pendapatan bersih Rp 400 miliar. Pek Swan menargetkan hingga akhir tahun, Wintermar dapat membukukan pendapatan Rp 600-650 miliar.
(wep/ang)











































