Laba Telkom Turun 3,9%

Laba Telkom Turun 3,9%

- detikFinance
Jumat, 29 Okt 2010 17:22 WIB
Jakarta - PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) mencatat laba bersih Rp 8,933 triliun pada triwulan III-2010, turun tipis 3,9% dibanding periode sebelumnya Rp 9,3 triliun. Raihan laba disebabkan oleh menurunnya laba selisih kurs sebesar Rp 644 miliar.

Menurut rilis resmi Telkom yang diterima detikFinance, Jumat (29/10/2010), pendapatan usaha perseroan naik 3,9% atau Rp 1,96 triliun dari Rp 50,162 triliun menjadi Rp 52,122 triliun. Naiknya pendapatan utamanya disumbang oleh lini data, internet, dan jasa teknologi informatika sebesar Rp 2,071 triliun atau 15,%.

Pendapatan seluler juga naik 2,6% atau Rp 552 miliar, namun untuk pendapatan fixed line turun sebesar 8,8% atau setara dengan Rp 952 miliar.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Beban usaha BUMN telekomunikasi ini hingga 30 September 2010 tercatat naik 8,4% dari Rp 32,208 triliun menjadi Rp 34,928 triliun. Kenaikan terutama disebabkan oleh Beban Operasi dan Pemeliharaan yang melonjak Rp 1,901 triliun, serta Beban Depresiasi dan Amortisasi sebesar Rp 847 miliar.

Akibat terjadinya keuntungan selisih kurs yang berkurang Rp 644 miliar, membawa dampak kepada peningkatan biaya lain bersih sebanyak Rp 545 miliar. Dengan demikian laba bersih TLKM turun menjadi Rp 8,933 triliun, dari sebelumnya Rp 9,3 triliun.

Namun perseroan mencatat EDITDA sebesar Rp 28,237 triliun, naik tipis dari periode sebelumnya yang mencapai Rp 28,15 triliun.

Sampai dengan September 2010, total pelanggan Telkom grup mencapai 118,2 juta pelanggan, di mana jumlah telepon tetap terpasang relatif 8,3 juta pelanggan. Untuk Flexi mengalami peningkatan 1.617 pelanggan, sehingga jumlah total pelanggan menjadi 16,8 juta pelanggan.

"Telkomsel mencatat peningkatan jumlah pelanggan yang signifikan pada triwulan III-2010, jumlah pelanggan mencapai 93,1 juta, terdiri dari 2,1 juta pelanggan pasca bayar dan 91,0 juta pelanggan pra-bayar. Pertumbuhan sebesar 17% dibandingkan tahun lalu ini didukung oleh adanya inovasi produk dan layanan, positioning brand yang kuat, dan peningkatan kualitas jaringan," ungkap Direktur Utama Telkom, Rinaldi Firmansyah.

(wep/dnl)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads