Delta Dunia Kurangi Aset Real Estate Hingga Rp 94,775 Miliar

Delta Dunia Kurangi Aset Real Estate Hingga Rp 94,775 Miliar

Whery Enggo Prayogi - detikFinance
Sabtu, 30 Okt 2010 11:14 WIB
Jakarta - PT Delta Dunia Makmur Tbk (DOID) membuktikan janjinya untuk menjual aset properti yang perseroan miliki, usai beralih bidang usaha menjadi kontraktor tambang. Hingga triwulan III-2010, harta perseroan berupa real estate tinggal Rp 14,75 miliar, turun drastis dibanding periode sebelumnya, Rp 109,852 miliar.

Demikian dijelaskan dalam laporan keuangan DOID yang dipublikasikan di Jakarta, Jumat (29/10/2010).

Sepanjang periode Januari-September 2010, harta tanah, bangunan dalam konstruksi serta unit apartemen DOID berkurang Rp 94,775 miliar menjadi Rp 14,75 miliar, dari triwulan III tahun lalu, Rp 109,852 miliar.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Memang perseroan terus berupaya melakukan penjualan unit real estate yang masih dimiliki. Menurut Direktur Utama DOID, penjualan dilakukan secepatnya dan ditargetkan seluruhnya rampung di tahun 2010.

Tercatat hingga paruh pertama 2010, perseroan sedang mengupayakan penjual lahan 4 ha di Bali serta 120 ha di Balikpapan, serta apartemen di wilayah Surabaya.

Sedangkan persediaan jasa penambangan juga mencapai Rp 218,235 miliar, setelah di periode lalu nihil. Ini dimaklumi, karena perseroan  kini bergerak di jasa pertambangan. Total perserdiaan hingga September 2010, mencapai Rp 232,985 miliar, naik dari tahun lalu, Rp 109,852 miliar.

Kinerja perseroan pun mencatat prestasi yang signifikan, dengan capaian laba bersih Rp 351,927 miliar. Bandingkan dengan periode triwulan III-2010, yang mengalami rugi bersih Rp 6,338 miliar.

Pendapatan bersih DOID juga naik empat kali lipat lebih, dari Rp 994,5 juta menjadi 4,191 triliun. Laba kotorpun mencapai Rp 955,904 miliar, jauh lebih baik dibandingkan sebelumnya, Rp 994,5 juta.

Usai terpangkas beban Rp 199,942 miliar, laba usaha perseroan mencapai Rp 755,961 miliar. Lebih baik dari periode sebelumnya yang mengalami rugi usaha Rp 6,988 miliar.

Laba sebelum pajak kontraktor tambang ini mencapai Rp 586,95 miliar, dengan laba bersih per saham Rp 51,83.

(wep/ang)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads