"Kita tidak mau ikut-ikutan dalam merger tersebut karena kita mempunyai pasar yang besar. Kita jangan takut dan merasa kecil. Bursa kita bisa menjadi The Best of Region," ujar Ketua Bapepam-LK Fuad Rahmany dalam acara Temu Wicara Wartawan Pasar Modal Indonesia di Denpasar, Bali, Sabtu (30/10/2010).
Fuad menegaskan kalau bursa saham Indonesia memiliki pasarnya sendiri dan cukup kuat. Ke depannya, lanjut Fuad, BEI berpeluang menjadi bursa saham yang layak diperhitungkan di kawasan Asia bahkan dunia.
Fuad pun mengatakan, kalau pun bursa Singapura mengajak BEI ikutan dalam proses merger dengan bursa Australia belum tentu akan diterima. Sebab, ujar Fuad, melakukan merger antar bursa saham tidak mudah dan perlu adanya konsolidasi menyeluruh.
"Kalau pun diajak merger, kita belum perlu melakukan itu. Apa yang terjadi di sana tidak ada yang perlu dikhawatirkan karena kita punya sistem berbeda. Dan merger itu kan bursa Singapura membeli bursa Australia. Itu tentu ada resikonya apakah sukses atau tidak," tambahnya.
Menurutnya, Bursa Indonesia masih belum dapat melakukan merger karena selain tidak ada aturan terkait merger bursa, Australia merupakan negara maju dan mempunyai sistem berbeda dengan Indonesia khususnya dalam hal Income Per Kapita.
"Income Per Kapita Indonesia juga belum USD3 ribu, Tetapi Bapepam bersama BEI yakin Bursa Indonesia akan menjadi yang terbesar di Asia karena bursa kita berbeda dan Indonesia merupakan negara besar dan memiliki sumber daya alam yang besar. Walaupun kita menolak merger tetapi kita tidak tertutup dengan asing. Tetapi kalau mau bergabung nanti dulu lah. Enak saja," tegasnya.
(dro/ang)











































