"Kira-kira sekitar Rp 1,4-1,5 triliun. Rp 1,5 triliun kalau tidak salah karena kita masih dalam proses persetujuan komisaris," ujar Direktur Utama PTBA Soekrisno di Jakarta, akhir pekan ini.
Menurut dia, 80 persen dari dana tersebut akan digunakan untuk sejumlah proyek yang sudah mulai jalan seperti proyek pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) Banjar Sari (2x100 MW), dan proyek pembangunan jalur kereta api sepanjang 308 km yang dikerjakan oleh anak usaha PTBA, Bukit Asam Trans Pacific Railway.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia menjelaskan, pendanaan untuk belanja modal tersebut seluruhnya akan berasal dari kas perseroan yang saat ini sudah mencapai Rp 4,8 triliun.
"Jadi tidak perlu meminjam karena kas kita masih sangat cukup," jelasnya.
Khusus untuk produksi batubara perseroan pada tahun depan, Soekrisno memperkirakan bisa di atas 14 juta ton.
"Tahun depan itu cukup besar. Kalau tidak salah hampir 14 juta ton lebih," tambahnya.
(epi/qom)











































