IHSG Terbaik ke-6 di Emerging Country

Ulasan Sepekan

IHSG Terbaik ke-6 di Emerging Country

- detikFinance
Senin, 01 Nov 2010 06:57 WIB
Jakarta - Selama pekan lalu IHSG bergerak sideways dan berhasil ditutup menguat ditengah volume perdagangan yang menurun. Pada akhir perdagangan pekan lalu IHSG ditutup pada level 3635.3 atau tercatat menguat 1,05% dibandingkan level penutupan pekan sebelumnya.

Turunnya volume transaksi IHSG minggu lalu didorong oleh sikap wait and see investor asing dalam mengantisipasi kabar yang akan muncul pada pertengahan pekan ini dimana the Fed diprediksi akan meningkatkan stimulus guna mendorong pertumbuhan ekonominya.
 
Analis dari BNI, Muhammad Fikri menjelaskan, selama perdagangan dua pekan lalu, IHSG mampu bertahan di kisaran 3600. Kondisi tersebut menggambarkan terus meningkatnya kapitalisasi bursa saham Indonesia hingga saat ini.

"Terus meningkatnya harga saham di bursa Indonesia sejauh ini juga telah menjadikan bursa indonesia sebagai bursa dengan kapitalisasi terbesar ke 6 diantara emerging country, setelah China, India, Brasil, Meksiko dan Rusia," jelas Fikri dalam reviewnya, Senin (1/11/2010).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pesatnya peningkatan kapitalisasi bursa indonesia ini, lanjut Fikri, didorong oleh banyaknya aksi korporasi emiten indonesia seperti IPO dan right issue seiring dengan derasnya capital inflow sebagai dampak dari kebijakan the Fed yang terus membanjiri pasar dengan dolar AS. S

Sedangkan dari sisi rupiah, menurut catatan BI, sejauh ini penguatan mata uang Rupiah tidak sesignifikan IHSG, dimana  secara year to date Rupiah hanya terapresiasi 4,85%, Nilai tersebut merupakan apresiasi terendah kedua se-Asia Tenggara. Hal tersebut menggambarkan begitu kerasnya upaya BI dalam menjaga nilai rupiah agar tetap stabil ditengah derasnya capital inflow.

Sedangkan dari Wallstreet, bursa saham Amerika selama perdagangan pekan lalu ditutup melemah. Pelemahan bursa Amerika tersebut didorong oleh minimnya transaksi yang terjadi akibat sikap wait and see dari investor terhadap hasil dari pemilihan anggota senat Amerika dan juga kebijakan yang akan dikeluarkan the Fed pada pertengahan pekan ini.

Seperti diketahui, pekan ini Amerika bakal menentukan anggota senatnya, dimana pasar mengharapkan partai Republik dapat menguasai parlemen karena kebijakannya yang selalu pro pasar. Disisi lain, pada tanggal 2-3 November the Fed akan mengadakan pertemuan guna menentukan kebijakan moneter Amerika selanjutnya.

Namun demikian, lanjut Fikri, bila melihat realisasi pertumbuhan ekonomi Amerika yang tumbuh hanya 2% pada kuartal ketiga 2010 serta masih rendahnya angka inflasi di Amerika, maka banyak analis yang memprediksikan bahwa hasil pertemuan the Fed tersebut akan memutuskan untuk meneruskan pemberian stimulus di pasar melalui mekanisme pembelian US Treasury.

Kondisi tersebut menurut Fikri akan berdampak terhadap membanjirnya dolar AS dipasar dan memberikan sentimen positif bagi investor, sehingga dipercaya akan mendorong penguatan bursa Amerika pekan ini. terlebih lagi bila hasil pemilihan senat Amerika sejalan dengan prediksi pasar yang menginginkan parlemen dikuasai oleh senat dari partai Republik.

"Mengingat investor asing selama ini masih menjadi motor penguatan IHSG, maka sentimen yang muncul dari Amerika tersebut akan menjadi trigger langsung terhadap arah pergerakan IHSG pekan ini. Bila melihat ekspektasi para analis terhadap hasil pertemuan the Fed dan pemilihan senat Amerika tersebut maka modal asing akan kembali masuk ke Indonesia sehingga mendorong penguatan IHSG pekan ini," urai Fikri.

(qom/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads