Peningkatan laba bersih perusahaan didukung oleh kontribusi laba dari induk perusahaan sebesar Rp 152.33 miliar (74,6% dari total laba bersih) dan anak perusahaan sebesar Rp 51,82 miliar (25,4% dari total laba bersih). Pencapaian tersebut membuat laba bersih WIKA per saham meningkat dari Rp 23,39 per saham menjadi Rp 34,9 per saham.
"Hasil ini membuat kami yakin bahwa strategi usaha serta sistem manajemen berbasis risiko yang kami terapkan telah berjalan dengan baik. Kondisi ini membuat kami optimis mampu meraih target-target yang ditentukan, secara historis kegiatan usaha konstruksi & infrastruktur mengalami kenaikan pada triwulan terakhir," ujar Direktur Utama WIKA Bintang Perbowo dalam siaran persnya, Senin (1/11/2010).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saat ini WIKA tercatat sebagai perusahaan konstruksi Indonesia yang memiliki sejumlah proyek di luar negeri. Berbekal sukses di Aljazair, WIKA merambah ke Negera Libya dengan menggandeng Solar Sahara Investment (SSI) mengerjakan proyek pembangunan Shopping Mall Qurji Investment Complex di Tripoli ibukota Libya, senilai UDS 11,6 juta.
"Visi WIKA 2020 adalah menjadi Perusahaan EPC dan Investasi Terintegrasi Terbaik di Asia Tenggara. Visi ini membuat kami senantiasa berusaha menyiapkan human capital yang tangguh untuk membawa WIKA berkompetisi dimanapun menjadi perusahaan yang kompeten di bidangnya," imbuh Bintang.
(qom/qom)











































