KPK Siap Pantau IPO Krakatau Steel

KPK Siap Pantau IPO Krakatau Steel

- detikFinance
Senin, 01 Nov 2010 13:07 WIB
Jakarta - Fraksi PAN mencium adanya kemungkinan kerugian negara yang sangat besar dalam rencana initial public offering (IPO) perusahaan baja nasional Krakatau Steel (KS). Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pun menyatakan siap memantau rencana penjualan KS.

"Tentunya kalau amati boleh saja, apalagi kalau ada laporan-laporan inidikasi seseorang memperkaya diri dengan penyalahgunaan kekuasaan," ujar Wakil Ketua KPK M Jasin di kantornya, Jl HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Senin (1/11/2010).

Sebelumnya, Ketua Majelis Pertimbangan PAN, Amien Rais menyatakan akan ada skandal yang lebih besar dari skandal Bank Century. Skandal ini merupakan rencana penjualan PT Krakatau Steel pada pihak asing.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Amien menjelaskan, penjualan saham secara murah ini ditenggarai berpotensi menimbulkan korupsi dan ada segelintir orang yang diuntungkan dalam proyek ini.

Mengenai hal tersebut, KPK berharap bisa segera mendapatkan data-data lengkap soal dugaan yang dimaksud. Jasin mengakui, ia juga telah mendapat laporan soal dugaan ini melalui sambungan telepon dan SMS.

"Kita harapan data saja lebih bagus untuk menindaklanjuti ini," tegas Jasin.

KS berencana melepaskan 3.155.000.000 saham baru ke publik dan mencatatkannya di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 10 November 2010. Pernyataan efektif telah diperoleh pada 29 Oktober 2010. Masa Penawaran akan digelar pada 2-4 November 2010. Penjatahan pada 8 November 2010. Distribusi pada 9 November 2010.

Harga pelaksanaan IPO ditetapkan sebesar Rp 850 per saham dari kisaran harga yang ditetapkan sebesar Rp 800-1.050 per lembar. Dengan harga Rp 850, maka total perolehan dana IPO sebesar Rp 2,681 triliun. Dalam IPO ini, KS menunjuk 3 penjamin emisi (underwriter) yakni PT Mandiri Sekuritas, PT Danareksa Sekuritas, dan PT Bahana Securities.

Dalam proses bookbuilding yang telah digelar dan berakhir pekan lalu, KS berhasil memperoleh pesanan hingga 30 miliar saham atau hampir 9 kali dari jumlah saham yang dilepas ke publik.

(mok/qom)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads