Kementerian BUMN: IPO KS Tak Ditunda, Harga Tetap Rp 850

Kementerian BUMN: IPO KS Tak Ditunda, Harga Tetap Rp 850

Angga Aliya ZRF - detikFinance
Senin, 01 Nov 2010 14:44 WIB
Kementerian BUMN: IPO KS Tak Ditunda, Harga Tetap Rp 850
Jakarta - Meski mendapat tekanan dari berbagai pihak, Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menegaskan rencana penawaran umum saham perdana alias initial public offering (IPO) PT Krakatau Steel tidak akan ditunda dan masih akan berjalan sesuai jadwal. Harga penawaran pun tidak berubah, tetap di Rp 850 per lembar saham.

"Semua masih akan berjalan ontrack dan tidak akan ditunda. Semua hasil kajian itu sudah dihitung secara teknis di bidang pasar modal dan akan tetap dilaksanakan," kata Deputi Menteri BUMN Bidang Restrukturisasi dan Privatisasi Pandu Djajanto dalam konferensi pers di kantornya, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Senin (1/11/2010).

Ia mengatakan, harga saham BUMN baja itu juga tidak akan diubah, tetap ditawarkan pada harga Rp 850 per lembar saham. Pemerintah, Krakatau Steel bersama joint lead underwriter, yaitu PT Danareksa Sekuritas, PT Bahana Securities, dan PT Mandiri Sekuritas, telah secara pasti menentukan harga dan waktu pelaksanaan IPO KS pada tanggal 29 Oktober 2010 lalu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Jadi, tidak mungkin akan ada perubahan lagi," ujarnya.

Sebelumnya, Indonesian Resources Studies (Iress) menuding proses IPO perusahaan baja pelat merah itu diwarnai dengan adanya Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN). Presiden SBY pun didesak untuk membatalkan aksi korporasi tersebut.

Menurut Presiden Direktur Mandiri Sekuritas Harry Supoyo, pihaknya bersama penjamin emisi lainnya menegaskan tidak ada tekanan yang bisa mengubah harga saham serta waktu pelaksanaan IPO KS karena sudah memalui kajian yang mendalam.

"Intinya kita tekankan tidak ada perubahan apapun terhadap struktur IPO dan timetable. Ini semua sudah kesepatakan antara pemerintah, emiten dan JLU," ujarnya.

KS berencana melepaskan 3.155.000.000 saham baru ke publik dan mencatatkannya di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 10 November 2010. Pernyataan efektif telah diperoleh pada 29 Oktober 2010. Masa Penawaran akan digelar pada 2-4 November 2010. Penjatahan pada 8 November 2010. Distribusi pada 9 November 2010.

Harga pelaksanaan IPO ditetapkan sebesar Rp 850 per saham dari kisaran harga yang ditetapkan sebesar Rp 800-1.050 per lembar. Dengan harga Rp 850, maka total perolehan dana IPO sebesar Rp 2,681 triliun. Dalam IPO ini, KS menunjuk 3 penjamin emisi (underwriter) yakni PT Mandiri Sekuritas, PT Danareksa Sekuritas, dan PT Bahana Securities.

Dalam proses bookbuilding yang telah digelar dan berakhir pekan lalu, KS berhasil memperoleh pesanan hingga 30 miliar saham atau hampir 9 kali dari jumlah saham yang dilepas ke publik.


 

 

(ang/dro)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads