Mengawali perdagangan, IHSG dibuka naik tipis ke level 3.635,516 dan kemudian sempat menguat cukup tinggi ke level 3.663,786, naik 33 poin dari penutupan akhir pekan lalu di level 3.635,324.
Penguatan IHSG di awal perdagangan langsung dibanting seiring dengan pelemahan tajam saham Telkom (TLKM) yang sempat mencapai 6% ke level Rp 8.450. Tekanan jual asing (net sell) di saham TLKM mencapai Rp 450,881 miliar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Untungnya, penguatan saham-saham sektor perbankan cukup tinggi berhasil membawa IHSG kembali menembus zona positif. Indeks saham keuangan dan perbankan melesat hampir mencapai 2%.
Pada penutupan perdagangan Senin (1/11/2010), IHSG naik 9,823 poin (0,27%) ke level 3.645,147. Sedangkan Indeks LQ 45 naik tipis 1,564 poin (0,23%) ke level 674,980.
Perdagangan hari ini berjalan cukup ramai dengan frekuensi transaksi di seluruh pasar 109.061 kali pada volume 4,470 miliar lembar saham senilai Rp 5,074 triliun. Sebanyak 115 saham naik, 116 saham turun dan 79 saham stagnan.
Transaksi investor asing mencatat penjualan bersih (foreign net sell) sebesar Rp 521,302 miliar.
Bursa-bursa regional Asia bergerak dalam tren penguatan:
- Indeks Komposit Shanghai naik 75,19 poin (2,52%) ke level 3.054,02.
- Indeks Hang Seng melesat 556,62 poin (2,41%) ke level 23.652,94.
- Indeks Nikkei 225 turun 47,73 poin (0,52%) ke level 9.154,72.
- Indeks Straits Times menguat 50,29 poin (1,60%) ke level 3.192,91.
Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya BTPN naik Rp 1.850 ke Rp 14.850, BRI (BBRI) naik Rp 700 ke Rp 12.100, Gudang Garam (GGRM) naik Rp 500 ke Rp 48.200, Astra International (ASII) naik Rp 450 ke Rp 57.450.
Sementara saham-saham yang turun cukup tinggi dan masuk dalam kategori top losers antara lain Unilever (UNVR) turun Rp 550 ke Rp 16.900, Telkom (TLKM) turun Rp 450 ke Rp 8.650, Astra Otoparts (AUTO) turun Rp 250 ke Rp 16.950, Indomobil (IMAS) turun Rp 250 ke Rp 6.700.
Â
Â
(dro/qom)











































