Investor memilih bersabar karena hasil dari 2 momen besar itu akan sangat menentukan arah investasi ke depan. Senat akan mengadakan pemilihan, dimana investor mengharapkan kemenangan partai Republik yang dianggap lebih pro pasar.
Sementara pertemuan Bank Sentral AS diharapkan akan mengumumkan seberapa besar stimulus tahap II akan digelontorkan guna mendongkrak perekomian AS yang tak kunjung pulih dari resesi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada perdagangan Senin (1/11/2010), indeks Dow Jones ditutup menguat tipis 6,13 poin (0,06%) ke level 11.124,62. Indeks Standard & Poor's 500 juga menguat tipis 1,12 poin (0,09%) ke level 1.184,38 dan Nasdaq melemah 2,57 poin (0,01%) ke level 2.504,84.
Data positif datang dari aktivitas pabrikan AS yang mengalami ekspansi pada Oktober, sementara belanja konstruksi secara mengejutkan juga meningkat selama September. Data lainnya, manufaktur di China mengalami ekspansi pada tingkat yang paling cepat dalam 6 bulan pada Oktober.
Namun data-data positif itu tetap tidak banyak mendongkrak transaksi. Volume perdagangan di New York Stock Exchange hanya sebanyak 7,105 miliar lembar saham, di bawah rata-rata tahun ini yang sebesar 8,73 miliar lembar saham.
Saham-saham sektor jasa perminyakan memimpin penguatan, setelah Baker Hughes Inc melaporkan keuangannya yang melebihi ekspektasi pada triwulan III-2010. Saham Baker Hughes tercatat menguat hingga 5,2%.
M&T Bank Corp menguat 4,5% menjadi US$ 78,12 setelah keluarnya kabar akan mengakuisisi Wilmington Trust Corp melalui kesepakatan senilai US$ 351 miliar. Saham Wilmington justru merosot 42,5%.
(qom/qom)











































