"Kita mau serap sampai 20% dari total rights issue. Dananya selalu siap kalau untuk investasi," kata Direktur Utama Jamsostek Hotbonar Sinaga di Hotel Ritz Carlton, Mega Kuningan, Jakarta, Selasa (2/11/2010).
Bank pelat merah itu berniat melepas saham baru sekitar 10,18% dengan target dana hingga Rp 15 triliun. Aksi korporasi ini akan digelar paling cepat di awal tahun 2011.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Hotbonar, dana yang akan digunakan untuk membeli saham baru Bank Mandiri itu akan diambil dari dana perseroan yang selama ini disimpan di deposito. "Nanti tinggal dialihkan saja dari deposito," ujarnya.
Pengalihan dana deposito itu sejalan dengan rencana perseroan untuk mengurangi porsi investasi dalam bentuk deposito. Porsi investasi yang akan ditingkatkan adalah dalam bentuk saham.
"Deposito kan sudah murah bunganya. Kita akan tingkatkan di saham soalnya gain-nya lebih tinggi," katanya.
Hingga akhir September, total dana kelolaan Jamsostek mencapai Rp 97 triliun, naik 20 persen dari pencapaian tahun lalu pada periode yang sama.
Sementara penempatan dana investasi terbesar masih berupa obligasi sebanyak 45% dari total investasi. Sementara di belakangnya menyusul deposito 30%, saham 20% dan reksadana sekitar 3-4%.
Hingga akhir tahun 2010, Jamsostek menargetkan bisa meraup laba bersih sebanyak Rp 1,5 triliun. Sampai dengan september 2010 laba bersih sudah mencapai Rp 1,35 triliun.
(ang/qom)











































