Jamsostek Siap 'Caplok' 20% Rights Issue Bank Mandiri

Jamsostek Siap 'Caplok' 20% Rights Issue Bank Mandiri

Angga Aliya ZRF - detikFinance
Selasa, 02 Nov 2010 10:44 WIB
Jamsostek Siap Caplok 20% Rights Issue Bank Mandiri
Jakarta - PT Jaminan Sosial dan Tenaga Kerja (Jamsostek) siap menyerap rights issue PT Bank Mandiri sebanyak 20% dari total saham baru yang akan diterbitkan. Bank pelat merah itu berniat melepas saham baru sekitar 10,18%.

"Kita mau serap sampai 20% dari total rights issue. Dananya selalu siap kalau untuk investasi," kata Direktur Utama Jamsostek Hotbonar Sinaga di Hotel Ritz Carlton, Mega Kuningan, Jakarta, Selasa (2/11/2010).

Bank pelat merah itu berniat melepas saham baru sekitar 10,18% dengan target dana hingga Rp 15 triliun. Aksi korporasi ini akan digelar paling cepat di awal tahun 2011.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Saat ini total saham Bank Mandiri keseluruhan sebanyak 21 miliar lembar saham. Jika bank pelat merah itu akan menerbitkan saham baru sebanyak 10,18 persen maka jumlahnya sekitra 2,1 miliar lembar saham. Dengan demikian, Jamsostek siap menyerap hingga sebanyak 420 miliar lembar saham dalam aksi korporasi Bank Mandiri nanti.

Menurut Hotbonar, dana yang akan digunakan untuk membeli saham baru Bank Mandiri itu akan diambil dari dana perseroan yang selama ini disimpan di deposito. "Nanti tinggal dialihkan saja dari deposito," ujarnya.

Pengalihan dana deposito itu sejalan dengan rencana perseroan untuk mengurangi porsi investasi dalam bentuk deposito. Porsi investasi yang akan ditingkatkan adalah dalam bentuk saham.

"Deposito kan sudah murah bunganya. Kita akan tingkatkan di saham soalnya gain-nya lebih tinggi," katanya.

Hingga akhir September, total dana kelolaan Jamsostek mencapai Rp 97 triliun, naik 20 persen dari pencapaian tahun lalu pada periode yang sama.

Sementara penempatan dana investasi terbesar masih berupa obligasi sebanyak 45% dari total investasi. Sementara di belakangnya menyusul deposito 30%, saham 20% dan reksadana sekitar 3-4%.

Hingga akhir tahun 2010, Jamsostek menargetkan bisa meraup laba bersih sebanyak Rp 1,5 triliun. Sampai dengan september 2010 laba bersih sudah mencapai Rp 1,35 triliun.

(ang/qom)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads