Dari pantauan detikFinance di lokasi, Selasa (2/11/2010) , penawaran umum perdana saham IPO KS dimulai sejak pukul 09.30 WIB. Namun para investor ritel sudah mengantre sejak pukul 08.00. Di bank tersebut disediakan tenda khusus untuk tempat pendaftaran pemesanan saham bagi investor.
Kebanyakan dari investor individu ini merupakan investor baru saham yang mencoba peruntungannya membeli sedikit saham dari BUMN produsen baja ini. Bahkan dalam penawaran saham ini tak terlihat adanya aktivitas joki.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Investor lain bernama Latif mengatakan dia rela bolos dari pekerjaannya sebagai karyawan bank swasta di kawasan Mampang. Dia rencananya akan memesan 3 lot saham.
"Namun saya nguping, katanya 1 investor hanya dapat 1 lot," ucapnya.
Diperkirakan sejak pagi ada 150 investor ritel yang antre memenuhi kantor cabang Bank Mandiri tersebut.
"Karena saya lihat pemberitaan di media ini menarik, dan ini BUMN yang saya rasa kinerjanya baik. Namun ini kan BUMN punya negara dan milik rakyat, harusnya kalau mau dijual diutamakan rakyat. Soalnya kabarnya saham KS sudah habis duluan, saya tak tahu bakal dapat berapa," ujar Hengki.
Penawaran umum perdana ini akan berlangsung sejak 2-4 November 2010. KS berencana melepaskan 3.155.000.000 saham baru ke publik dan mencatatkannya di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 10 November 2010.
Harga pelaksanaan IPO ditetapkan sebesar Rp 850 per saham atau total perolehan dana IPO sebesar Rp 2,681 triliun. Dalam IPO ini, KS menunjuk 3 penjamin emisi (underwriter) yakni PT Mandiri Sekuritas, PT Danareksa Sekuritas, dan PT Bahana Securities.
Dalam proses bookbuilding yang telah digelar dan berakhir pekan lalu, KS berhasil memperoleh pesanan hingga 30 miliar saham atau hampir 9 kali dari jumlah saham yang dilepas ke publik.
(dnl/qom)











































