Mengawali perdagangan, IHSG dibuka turun tipis ke level 3.644,175 dan kemudian sempat menguat ke level 3.648,262, naik 3 poin dari penutupan kemarin di level 3.645,147.
Sayangnya, penguatan tidak bertahan lama. Aksi jual asing pada saham Telkom (TLKM) kembali membuat IHSG terhempas. Sebagian besar saham unggulan ikutan balik arah ke zona negatif.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tekanan jual ini disinyalir bukan hanya dipicu oleh turunnya laba bersih TLKM sebesar 3%. Investor asing diperkirakan sedang bersiap-siap untuk membeli saham PT Krakatau Steel (KS) dengan menjual portofolionya di saham BUMN terbesar ini.
IHSG pun langsung terjun ke zona negatif sempat ke level 3.623,822, turun 22 poin. Koreksi indeks saham infrastruktur memimpin koreksi. Hanya indeks saham perkebunan dan properti yang masih menguat.
Pada penutupan perdagangan sesi I Selasa (2/11/2010), IHSG turun 9,570 poin (0,26%) ke level 3.635,577. Sedangkan Indeks LQ 45 turun 2,396 poin (0,35%) ke level 672,584.
Perdagangan hari ini berjalan moderat dengan frekuensi transaksi di seluruh pasar 61.273 kali pada volume 3,101 miliar lembar saham senilai Rp 2,743 triliun. Sebanyak 87 saham naik, 113 saham turun dan 82 saham stagnan.
Transaksi investor asing mencatat penjualan bersih (foreign net sell) sebesar Rp 188,353 miliar.
Bursa-bursa regional Asia didominasi penguatan:
- Indeks Hang Seng naik tipis 15,80 poin (0,07%) ke level 23.668,74.
- Indeks Nikkei 225 naik tipis 0,17 poin (0,01%) ke level 9.154,89.
- Indeks Straits Times menguat 17,01 poin (0,53%) ke level 3.209,19.
Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Indo Tambang (ITMG) naik Rp 1.250 ke Rp 48.800, Astra Agro (AALI) naik Rp 400 ke Rp 25.450, Gudang Garam (GGRM) naik Rp 200 ke Rp 48.400, Indika (INDY) naik Rp 125 ke Rp 3.775.
Sementara saham-saham yang turun cukup tinggi dan masuk dalam kategori top losers antara lain Bukit Asam (PTBA) turun Rp 250 ke Rp 19.300, Telkom (TLKM) turun Rp 250 ke Rp 8.400, HM Sampoerna (HMSP) turun Rp 200 ke Rp 21.100, Bayan Resources (BYAN) turun Rp 200 ke Rp 12.300.
Β
(dro/qom)











































