MS Hidayat: Saham KS Lebih Mahal dari Harga IPO Posco dan Mittal

MS Hidayat: Saham KS Lebih Mahal dari Harga IPO Posco dan Mittal

- detikFinance
Selasa, 02 Nov 2010 12:23 WIB
MS Hidayat: Saham KS Lebih Mahal dari Harga IPO Posco dan Mittal
Jakarta - Menteri Perindustrian MS Hidayat membela penjualan saham PT Krakatau Steel yang dinilai banyak pihak terlalu murah. Menurut Hidayat, harga saham perdana atau initial public offering (IPO) KS relatif lebih tinggi dibandingkan dengan harga saham IPO produsen baja dunia lainnya.

Setidaknya jika disandingkan dengan harga saham perdana pabrik baja terbesar ArcelorMittal (Inggris) dan Posco (Korea), harga saham KS lebih tinggi atau lebih mahal.

"Yang saya baca dalam ringkasannya sebetulnya harga ini masih lebih mahal dibandingkan ketika Posco maupun Mittal pada waktu lalu melepas sahamnya," kata Menteri Perindustrian MS Hidayat di kantornya, Selasa (2/11/2010)

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dikatakannya saat ini memang terjadi pro kontra seputar harga saham IPO KS namun hal itu suatu proses saja. Ia pun menjadi pihak yang mendukung soal penetapan harga tersebut sebagai bentuk kepastian hukum.

"Tapi saya kira itu suatu proses sudah disepakati 3 underwriter dan pemerintah maupun lawyer dan sudah dikomit oleh  public dan buyer," katanya.

Menurutnya  dengam KS melepas sahamnya 20%, pemerintah  Indonesia masih bisa mengontrol. Usia KS yang sudah berdiri hingga puluhan tahun sudah sewajarnya menjadi perusahaan publik.

"Perusahaan-perusahaan yang mendunia world class biasanya perusahaan yang sudah go public yang sudah IPO, sehingga bisa dikontrol sehingga mencapai apa yang namanya good corporate governance," katanya.

Seperti diketahui, KS berencana melepaskan 3.155.000.000 saham baru ke publik dan mencatatkannya di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 10 November 2010. Pernyataan efektif telah diperoleh pada 29 Oktober 2010. Masa Penawaran akan digelar pada 2-4 November 2010. Penjatahan pada 8 November 2010. Distribusi pada 9 November 2010.

Harga pelaksanaan IPO ditetapkan sebesar Rp 850 per saham dari kisaran harga yang ditetapkan sebesar Rp 800-1.050 per lembar. Dengan harga Rp 850, maka total perolehan dana IPO sebesar Rp 2,681 triliun. Dalam IPO ini, KS menunjuk 3 penjamin emisi (underwriter) yakni PT Mandiri Sekuritas, PT Danareksa Sekuritas, dan PT Bahana Securities.

Dalam proses bookbuilding yang telah digelar dan berakhir pekan lalu, KS berhasil memperoleh pesanan hingga 30 miliar saham atau hampir 9 kali dari jumlah saham yang dilepas ke publik.

Namun penetapan harga saham IPO Rp 850 itu dinilai sangat murah dan berpotensi merugikan negara. Wakil Ketua Umum DPP PAN, Dradjad Wibowo menilai Menteri BUMN mengungkapkan harga saham IPO KS sangat murah sehingga akan banyak orang yang mencari untung cepat dari kenaikan harga saham IPO KS pada saat listing perdana di bursa.

Sementara pihak underwriter menegaskan, penetapan harga itu sudah melalui perhitungann cermat. Jika dinaikkan saja Rp 50 ke Rp 900 per lembar, maka KS bisa kehilangan sekitar setengah dari investor yang sudah melakukan penawaran.

(hen/qom)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads