Alfamidi Tawarkan Harga IPO di Kisaran Rp 225-275

Alfamidi Tawarkan Harga IPO di Kisaran Rp 225-275

- detikFinance
Selasa, 02 Nov 2010 16:12 WIB
Tangerang - PT Midi Utama Indonesia Tbk, pemilik Alfamidi dan Alfa Express menawarkan saham baru kepada publik di level Rp  225 - 275, dengan target dana hingga Rp 118.897.075.000.
 
Demikian hasil paparan publik dan due dilligence di Hotel Aryaduta, Lippo Karawaci, Tangerang, Banten, Selasa (2/11/2010).
 
Perseron siap melepas 15% saham kepada publik atau setara dengan 432.353.000 lembar, dari total modal yang ditempatkan. Harga pelaksanaan berada di level Rp 225 - 275 dengan nilai nominal Rp 100 per lembar.
 
Perseroan juga siap mencatatkan saham perdana di papan utama Bursa Efek Indonesia pada 26 November 2010, dengan target pernyataan efektif pada 15 November 2010. Sedangkan masa penawaran dijadwalkan pada 18-22 November 2010.
 
Alfamidi telah mempercayakan PT Indo Premier Securities sebagai penjamin pelaksana emisi atas efek perseroan. Dana hasil penjualan saham itu akan digunakan untuk pengembangan gerai-gerai Alfa di berbagai wilayah, diantarnya 10% guna pembiayaan pengembangan Distribution Center (DC), peralatan di Serpong dan Bekasi, serta sisanya untuk membiaya sebagian pembangunan DC di Makassar
 
Sementara 90% dana hasil IPO akan digunakan untuk pengembangan gerai di Jabodetabek, Jawa Barat, Jawa Timur, Bali, Makassar, dan wilayah lainnya antara lain untuk sewa tempat, renovasi dan peralatan gerai. Usai IPO, komposisi kepemilikan saham perseroan menjad; PT Amanda Cipta Persada (71,825%), PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (12,750%), Ruliyanti (0,425%) dan publik (15%). Sepanjang Juni 2010, Midi Utama mencatat laba Rp 3,279 miliar. Bandingkan dengan raihan laba pada tahun 2009, yang mencapai Rp 3,299 miliar.
 
Midi Utama saat ini tercatat memiliki 154 gerai Alfamidi dan 57 gerai Alfaexpress termasuk 2 gerai Alfaexpress waralaba. Mulai tahun depan, perseroan telah menyiapkan dana Rp 287 miliar untuk belanja modal (capital expenditure/capex). Dana tersebut didapat dari kombinasi hasil penggalangan IPO, pinjaman internal dan kas internal.

(wep/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads