Menteri BUMN Maklumi Adanya Perdagangan Saham IPO KS di Pasar Gelap

Menteri BUMN Maklumi Adanya Perdagangan Saham IPO KS di Pasar Gelap

- detikFinance
Selasa, 02 Nov 2010 19:40 WIB
Menteri BUMN Maklumi Adanya Perdagangan Saham IPO KS di Pasar Gelap
Jakarta - Menteri BUMN Mustafa Abubakar mengaku tidak begitu memusingkan soal adanya perdagangan saham perdana PT Krakatau Steel di pasar gelap alias Over The Counter (OTC) meskipun saham tersebut belum tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI).

"Itu suatu mekanisme pasar yang lazim. Itu tidak bisa kita hindari, Silahkan saja," ujarnya di kantor Wapres, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Selasa (2/11/2010).

Menurut Mustafa, kemunculan pasar gelap yang memperdagangkan saham-saham IPO sebelum tercatat di BEI lumrah terjadi, karena spekulasi memang sebuah aspek yang memang lekat dalam industri pasar modal.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ada spekulasi yang bicara di situ, sebelum kita listing. Begitu penentuan harga, pasar pasti bereaksi dan itu mekanisme pasar modal di mana-mana juga seperti itu. Ada saja yang memanfaatkan dengan menjualnya di-black market (pasar gelap) untuk memperoleh keuntungan, itu tak bisa kita hindari," jelas Mustafa.

Saham perdana KS dikabarkan marak diperdagangkan di pasar gelap. Harganya konon sudah mencapai Rp 1.500 per saham atau lebih tinggi 76,47% dari harga perdananya sebesar Rp 850 per saham.

Munculnya perdagangan saham IPO di pasar gelap sebetulnya terjadi bukan hanya pada IPO KS. Dalam pantauan detikFinance, hampir dalam setiap IPO perusahaan-perusahaan papan atas memunculkan perdagangan pra pencatatan (pasar gelap).

Contohnya, saham PT Berau Coal Energy Tbk (BRAU). Sebelum tercatat di BEI, harga BRAU di pasar gelap bahkan sudah mencapai Rp 550 per saham, lebih tinggi 37,5% dari harga perdananya sebesar Rp 400 per saham. (dro/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads