Saham-saham bergerak menguat seiring ekspektasi partai Republik akan memenangkan pemilu sela dan juga rencana Bank Sentral AS untuk menggelontorkan stimulus tahap II.
"Pasar mengharapkan Republik paling tidak mengambil satu di Kongres dan itu adalah alasan yang besar kenapa perdagangan terus menguat dalam beberapa bulan," ujar Scott Wren, analis dari Wells Fargo Advisors seperti dikutip dari Reuters, Rabu (3/11/2010).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada perdagangan Selasa (2/11/2010), indeks Dow Jones ditutup naik 64,10 poin (0,58%) ke level 11.188,72. Indeks Standard & Poor's 500 juga menguat 9,19 poin (0,78%) ke level 1.193,57 dan Nasdaq menguat 28,68 poin (1,14%) ke level 2.533,52.
Kebanyakan polling menunjukkan Republik akan mengambil lagi kontrol di House of Representatives atau DPR AS. Sementara Demokrat mungkin menang tipis di Senat AS.
Investor selama ini cenderung kepada partai Republik karena kebijakan-kebijakannya dinilai lebih pro pasar. Saham-saham sektor energi mencatat kenaikan paling baik, dengan indeks sektor energi S&P naik 1,1%. Republik selama ini dikenal sebagai pendukung sektor energi.
Namun perdagangan sangat tipis dengan transaksi di New York Stock Exchange hanya sebesar 6,92 miliar lembar saham, di bawah rata-rata tahun lalu yang sebesar 8,73 miliar lembar saham.
(qom/qom)











































