Hatta: Transparansi IPO KS Supaya Tak Ada Fitnah

Hatta: Transparansi IPO KS Supaya Tak Ada Fitnah

- detikFinance
Rabu, 03 Nov 2010 13:20 WIB
Jakarta - Menko Perekonomian Hatta Rajasa meminta adanya transparansi dan akuntabilitas dalam proses penerbitan saham perdana atau Initial Public Offering (IPO) PT Krakatau Steel (KS) agar tidak ada fitnah.

"Perlu untuk transparansi supaya jangan ada fitnah, atau praduga, kan kasian juga kalau ada pihak yang dirugikan," ujarnya saat ditemui di kantornya, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Rabu (3/11/2010).

Hatta menegaskan pihaknya tidak tahu-menahu mengenai penetapan harga saham IPO KS tersebut. Pihak Kemenko Perekonomian hanya mengurusi masalah perizinan IPO KS dan porsi saham yang akan dilepas dalam IPO tersebut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Menko itu urusannya waktu di 2008, titik. Selebihnya pemegang saham (Kementerian BUMN). Ini yang harus dijelaskan secara transparan. Jelaskan saja seluruh prosesnya secara transparan apapun yang dikehendaki masyarakat setransparan mungkin, siapa yang beli, siapa underwriter-nya, transparansi, dan akuntabilitas, harus dijelaskan," ujarnya.

Hatta menitikberatkan informasi yang diberikan kepada masyarakat tersebut sepanjang tidak termasuk rahasia negara.

"Sepanjang tidak rahasia negara ya buka saja. Prinsip saya, segala sesuatu yang tidak masuk kategori rahasia negara diberikan saja informasi kepada publik," tegasnya.

Ketika ditanya mengenai keterkaitan partai politik dalam IPO KS, Hatta enggan berkomentar. "Saya tidak mau berspekulasi soal itu," tandasnya.

Seperti diketahui, KS berencana melepaskan 3.155.000.000 saham baru ke publik dan mencatatkannya di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 10 November 2010. Pernyataan efektif telah diperoleh pada 29 Oktober 2010. Masa Penawaran akan digelar pada 2-4 November 2010. Penjatahan pada 8 November 2010. Distribusi pada 9 November 2010.

Harga pelaksanaan IPO ditetapkan sebesar Rp 850 per saham dari kisaran harga yang ditetapkan sebesar Rp 800-1.050 per lembar. Dengan harga Rp 850, maka total perolehan dana IPO sebesar Rp 2,681 triliun. Dalam IPO ini, KS menunjuk 3 penjamin emisi (underwriter) yakni PT Mandiri Sekuritas, PT Danareksa Sekuritas, dan PT Bahana Securities.

Dalam proses bookbuilding yang telah digelar dan berakhir pekan lalu, KS berhasil memperoleh pesanan hingga 30 miliar saham atau hampir 9 kali dari jumlah saham yang dilepas ke publik.

Namun penetapan harga saham IPO Rp 850 itu dinilai sangat murah dan berpotensi merugikan negara. Ekonom Sustainable Development Indonesia yang juga Wakil Ketua Umum PAN, Dradjad Wibowo menilai Menteri BUMN mengungkapkan harga saham IPO KS sangat murah sehingga akan banyak orang yang mencari untung cepat dari kenaikan harga saham IPO KS pada saat listing perdana di bursa.

Sementara pihak underwriter menegaskan, penetapan harga itu sudah melalui perhitungan cermat. Jika dinaikan saja Rp 50 ke Rp 900 per lembar, maka KS bisa kehilangan sekitar setengah dari investor yang sudah melakukan penawaran.
(nia/dnl)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads