Garap Ruas Depok-Antasari, CMNP Bidik Pendanaan Rp 500 Miliar

Garap Ruas Depok-Antasari, CMNP Bidik Pendanaan Rp 500 Miliar

- detikFinance
Rabu, 03 Nov 2010 18:10 WIB
Garap Ruas Depok-Antasari, CMNP Bidik Pendanaan Rp 500 Miliar
Jakarta - PT Citra Marga Nusaphala Persada Tbk (CMNP) berencana menggalang pendanaan dari luar (Rising Fund) sebesar Rp 500 miliar guna persiapan investasi di ruas tol Depok-Antasari. Penerbitan instrumen ini rencananya baru dilakukan pada semester II-2011.

Menurut Direktur Keuangan CMNP, Indrawan Sumantri, perseroan masih belum menentukan instrumen utang apa yang dipilih, karena masih melihat kondisi ekonomi Indonesia di tahun depan.

"Kita masih bicara internal dan tanya ke analis-analis, market tahun depan gimana," kata Indrawan usai publik expose di Hotel Four Season, Kuningan, Jakarta, Rabu (3/11/2010).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dana yang dibutuhkan untuk awal pembangunan tol sepanjang 22,6 km ini diperkirakan mencapai Rp 500 miliar, dan bisa bertambah tergantung kondisi permodalan perseroan.

"Belum ditentukan apakah MTN, Bond atau right issue. Dan tidak harus memaksakan bond, kalau tidak menguntungkan. Kita masih hitung pricing, setelah itu kita minta persetujuan dari komisaris," papar Indrawan.

Sementara itu, investasi pembangunan ruas tol Depok-Antasari milik perseroan akan naik menjadi Rp 4,4 triliun dari yang sebelumnya diusulkan, Rp 2,6 triliun. Naiknya biaya, dikarenakan mundurnya pelaksanaan pembebasan tanah serta pembangunan konstruksi, dari yang dijadwalkan semula.

"Biaya investasi yang diusulkan diperkirakan naik dari semula Rp 2,6 triliun menjadi Rp 4,4 triliun. Dengan DER 60:40 porsi equity, diperkirakan naik dari semula Rp 900 miliar menjadi Rp 1,2 triliun. Ini belum termasuk biaya investasi tambahan sebesar Rp 1,5 triliun pada tahun 2023," ungkapnya Direktur dan Corporate Secretary CMNP Hudaya Arryanto.

Ia menjelaskan, perubahan kelayakan investasi tol Depok-Antasari terdiri dari dua aspek, yaitu pembiayaan tanah dan konstruksi. Biaya pembebasan tanah meningkat dari Rp 699 miliar manjadi Rp 1,816 triliun. Sedangkan biaya konstruksi melonjak dua kali lipat, dari Rp 1,124 triliun menjadi Rp 2,12 triliun.

"Porsi debt (pinjaman) akan tetap sekitar Rp 1,7 triliun, sesuai fasilitas kredit investasi di tahun 2007 yang belum terealisir. Sementara proses evaluasi investasi saat ini masih terus berlangsung," ucapnya.

Menurut timeline rencana tol Depok-Antasasi, pengoperasioan harusnya sudah dimulai pada Oktober 2009. Nyatanya hingga kini, CMNP masih terus mengupayakan pembebasan lahan. Dan berdasarkan jadwal revisi, operasi jalan tol yang terdiri dari 3 seksi ini baru akan terjadi di Juni 2014, dengan perkiraan konstruksi telah dimulai pada Januari 2013.

Pemerintah memang telah menerbitkan Permen No.6 Tahun 2010 dengan tujuan untuk meningkatkan kelayakan proyek pemerintah, melalui pemberian kompensasi ataupun dukungan. Kompensasi berupa penyesuaian tarif tol awal dan atau masa konsesi, dan atau perubahan lingkup. Sedangkan dukungan, mencakup biaya pengadaan tanah dan atau kontruksi.

"Kami sebenarnya lebih memilij tarif disesuaikan dari pada konsesi yang ditambah. Ini untuk meringankan beban diawal," papar Hudaya.

Perseroan menargetkan pendapatan tol di seluruh unit jalan tol miliknya sebesar Rp 692,6 miliar, atau meningkat 16,3% dari raihan tahun sebelumnya, Rp 595,7 miliar. Jalan tol masih menjadi kontribusi utama perseroan dengan porsi mencapai 94,14% dari total pendapatan.

Hingga September 2010, pendapatan tol perseroan mencapai Rp 517,9 miliar atau meningkat 24,9% dari periode yang sama tahun lalu. Raihan ini dikontribusikan dari ruas tol Jakarta Intra Urban Tollway (JIUT), yang mengalami kenaikan volume transaksi harian rata-rata sebesar 2,92%.

Proyeksi pendapatan tol hingga akhir tahun juga didasarkan atas penyesuaian tarif tol ruas JIUT pada 28 September 2009 lalu. "Jadi kita tahun ini menikmati kenaikan penuh," kata Hudaya.

Ruas JIUT dioperasikan bersama, antara perseroan dengan PT Jasa Marga Tbk (JSMR) dengan pembagian keuntungan 55:45. Jalan tol layang ini kini menampung 509.675 kendaraan per hari. Kendaraan yang lalu lalang di tol perseroan mencapai 221.275 kendaraan per hari, dan JSMR 288.400 kendaraan per hari.

"Untuk volume lalu lintas Waru-Juanda, per September mencapai 21.692 kendaraan per hari. Bahkan angka di bulan Oktober dalam keadaan hit, angkanya sudah mencapai 23.500 kendaraan. Kita Average (rata-rata) sampai akhir tahun bisa mencapai 25 ribu kendaraan," tutur Direktur CMNP Daniel G. Reso.

Sementara, sampai dengan akhir tahun ini perseroan optimis dapat meraih laba bersih Rp 536 miliar dan pendapatan Rp 735 miliar. Target laba meningkat lebih dari 7 kali lipat dari apa yang perseroan raihan di tahun 2009.

Menurut Hudaya, peningkatan lebih lebih diakibatkan keuntungan restrukturisasi CMNP dan penurunan nilai pinjaman akibat penerapan PSAK 50 dan 55. "Laba bersih sebelum keuntungan non cash sebenarnya sekitar Rp 273 miliar pada performa Desember 2010," imbuh Hudaya.

Β 

Β 

(wep/dro)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads