Demikian diungkapkan oleh Presiden Direktur dan CEO CIMB Niaga Arwin Rasyid di sela acara peluncuran kartu kredit CIMB Syariah Gold Card di Kantornya, Graha Niaga, Sudirman, Jakarta, Rabu (03/11/2010).
"Ya kita memang berencana menerbitkan subdebt nilainya Rp 1 triliun. Saat ini tengah melakukan persiapan dan kita telah menunjuk penjamin emisi yakni CIMB Securities," ujar Arwin.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Penerbitan subdebt ini merupakan yang kedua setelah pada pertengahan tahun ini perseroan menerbitkan subdebt sebesar Rp 1,38 triliun.
Sebelumnya, Arwin menuturkan penerbitan subdebt yang kedua kalinya tahun ini dilakukan untuk menjaga rasio kecukupan modal (capital adequacy ratio/CAR) perseroan pada level 14%.
Hingga Juli lalu, rasio CAR perseroan mencapai 12,65% dengan adanya ekspansi kredit yang deras Arwin menilai dibutuhkan adanya modal pendukung.
"Dengan adanya subdebt tersebut, rasio CAR akan terdongkrak sekitar satu persen," ungkap Arwin.
Sementara itu, pertumbuhan kredit hingga Desember 2010 tetap 20%, atau tidak mengalami revisi dari apa yang disampaikan di awal tahun.
"Kita sesuaikan dengan proyeksi BI waktu itu. Mereka kan bilang kredit tumbuh 18-20%, kita ambil sekitar itu, meskipun saat ini kredit sudah tumbuh 26%," tegas Arwin.
(dru/dnl)











































