Demikian disampaikan perseroan dalam materi paparan publik dalam keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta, Kamis (4/11/2010).
Pendapatan pembiayaan konsumen bersih pada triwulan III-2010 turun 26% menjadi Rp 367 miliar, dari periode yang sama tahun lalu Rp 494 miliar. Beban pinjaman bisa ditekan hingga Rp 216 miliar, atau turun 23% dibandingkan tahun lalu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Laba sebelum penyisihan piutang pun langsung meningkat Rp 48 miliar menjadi Rp 243 miliar, dari sebelumnya Rp 195 miliar. Dengan efisiensi di pos penyisihan piutang hingga 54% menjadikan laba perseroan sebelum pajak berada di level Rp 177 miliar.
Laba bersih akhirnya ditutup pada posisi Rp 127 miliar, jauh lebih baik dari raihan tahun lalu yang hanya Rp 32 miliar. Dari data tersebut terlihat juga bawa, total pembiayaan kendaraan WOMF hingga September 2010 485.660 unit, naik 80% dari tahun lalu 269.815 unit.
Nilai total pembiayaan periode Januari-September 2010 pun mencapai Rp 5,671 triliun, naik 96,8% dari tahun lalu Rp 2,881 triliun. Raihan ini sudah hampir mendekati target pembiayaan perseroan hingga akhir tahun 2010, yakni di posisi Rp 6 triliun.
Β
Β
(wep/dro)











































