Indeks Dow Jones kemarin ditutup menguat 219 point (+1.96%) ke level 11,434.84 sehubungan dengan meningkatnya optimisme pasar akan stimulus yang dikeluarkan oleh bank sentral AS, The Feds, yang akan lebih banyak membeli kembali surat hutang untuk meningkatkan perekonomian dalam negeri. Mata uang US Dollar juga melemah terhadap sejumlah mata uang asing pada perdagangan kemarin, membuat harga minyak mentah naik ke level tertinggi dalam enam bulan terakhir. IHSG sendiri pada perdagangan hari Kamis (4/11) ditutup menguat 23 point (+0.65%) ke level 3,629.05. Asing masih tercatat melakukan net sell sebesar Rp 291 miliar dimana mayoritas dilakukan di saham TLKM. Pada RSI terlihat IHSG melakukan reversal dan masih berada diatas garis 50% yang berarti masih berada di area bullish. Pada perdagangan hari ini diperkirakan IHSG akan bergerak dalam kisaran 3600 – 3669 dengan saham – saham yang dapat diperhatikan a.l. TLKM, TINS, BLTA, dan PGAS.
News & Analysis
MPPA: Wal Mart Minati Hypermart?
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Comment: Rencana penjualan Hypermart yang merupakan anak perusahaan MPPA disatu sisi akan meningkatkan likuiditas perusahaan. Namun disisi lain penjualan hypermart akan banyak mengurangi pendapatan MPPA pada masa mendatang. Diharapkan dana hasil penjualan hypermart digunakan untuk mendanai bisnis lain MPPA sehingga dapat menghasilkan pendapatan pada periode mendatang. Consensus analyst (Bloomberg) mencatat 1 rekomendasi beli, 1 rekomendasi tahan dan 1 rekomendasi jual dengan target price Rp 1580.
ADHI: Adhi Karya Raih Kontrak Baru Rp 401,495 Miliar
PT Adhi Karya Tbk (ADHI) mendapat kontrak baru senilai Rp 401,495 miliar dari sesama Badan Usaha Milik Negara (BUMN), PT Pelabuhan Indonesia III (Persero). Pelaksanaan proyek rencananya di mulai pada Oktober 2010 dan akan tuntas di Juni 2012. Infrastruktur yang dikerjakan berupa pembangunan dermaga Multipurpose di Teluk Lamong Pelabuhan Tanjuk Perak Surabaya (Paket A).
Comment: Kontrak baru perusahaan ini memang secara value tidak terlalu besar, namun kontrak ini akan membantu perusahaan untuk mencapai target kontrak perusahaan untuk tahun ini. Sampai saat ini pendapatan perusahaanbaru mencapai Rp. 3 triliun atau sekitar 35% dari Target tahun ini, dengan penambahan nilai proyek tersebut, setidaknya akan membantu pencapaian yang lebih baik lagi. Namun dari pertemuan kami dengan manajemen, ADHI tetap yakin akan mampu mendapatkan beberapa proyek lagi di akhir kuartal ini, walaupun tidak sepenuhnya akan 100% mencapai target yang diberikan pada awal tahun ini. Berdasarkan consensus analis, 3 merekomendasikan Buy, 2 Hold, dan tidak ada yang merekomendasikan Sell. Target harga rata – rata adalah Rp 980,- per lembar saham.
Economic & Strategy
BI: BI Rate Kokoh di 6,5%
Bank Indonesia (BI) kembali mempertahankan tingkat suku bunga acuannya yaitu BI Rate sebesar 6,5%. Dengan begitu selama 16 bulan berturut-turut, BI Rate berada di level 6,5%. Demikian disampaikan oleh Kepala Biro Hubungan Masyarakat BI Difi Ahmad Johansyah dalam siaran pers, Kamis (4/11/2010). (Detik/AA)
Comment: Tingkat suku bunga acuan BI (BI Rate) yang tetap berada pada level 6.5% menurut kami sejalan dengan ekspektasi pasar. Hal ini terkait dengan tingkat inflasi yang masih sesuai dengan target pemerintah sebesar 5.3% (plus-minus 1%). Stabilnya BI rate pada level 6.5% diharapkan menjadi stimulus pada pertumbuhan sektor riil dan pertumbuhan investasi pada sektor keuangan. Dari sisi perbankan, penetapan LDR sebesar 76% - 100% diharapkan pula menjadi pendorong penyaluran kredit dalam mendukung pertumbuhan sektor riil.
Energi: Aturan Ekspor Timah Akan Diperluas
Pemerintah akan memperluas cakupan produk timah yang ekspornya diatur untuk mengakomodasi jenis timah lainnya yang belum diatur dalam Permendag No.04/M-DAG/PER/1/2007 tentang Ketentuan Ekspor Timah Batangan.
Berdasarkan Permendag No.04/2007, pemerintah hanya mengatur ekspor timah batangan yakni timah paduan maupun tidak yang merupakan hasil dari kegiatan pengolahan dan pemurnian yang termasuk dalam klasifikasi Pos Tarif/HS 8001.10.00.00 dan Pos Tarif/HS 8001.20.00.00.
Kadar logam timah yang dapat diekspor ditetapkan dalam batas minimal sebesar 99,85%. Direktur Ekspor Produk Industri dan Pertambangan Ditjen Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan Albert Tobogu mengatakan ada indikasi produk timah lainnya di bawah kadar 99,85% justru diekspor ke luar negeri.
"Selama ini yang lolos dari peraturan sebelumnya [Permendag No.04/2007] adalah tin solder yang kadarnya di bawah 99,85%. Oleh karena itu, revisi ketentuan itu akan memperluas cakupan produk yang diatur. Intinya semua ekspor timah batangan dan produk timah lainnya yang kadarnya di bawah 99,85% akan ditataniagakan," jelas Albert, hari ini.
Comment: Perluasan peraturan ini sangat positif bagi industry timah, dengan peraturan tersebut maka supply timah dari indonesia lebih dapat diatur, saat ini Indonesia menyumbang sepertiga expor seluruh dunia. Peraturan ini akan mempengaruhi harga timah.
Infrastruktur: Konstruksi diprediksi tumbuh 10%
Belanja konstruksi pada tahun depan diperkirakan mencapai Rp204 triliun atau meningkat 10% dibandingkan dengan proyeksi tahun ini Rp184 triliun, menyusul target pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 6%. Ketua Umum Badan Pimpinan Pusat Gabungan Pelaksana Konstruksi Nasional Indonesia (Gapensi) Soeharsojo mengatakan estimasi kenaikan nilai belanja konstruksi pada tahun depan tersebut didukung oleh peningkatan permintaan produk konstruksi. Sementara proyeksi tahun ini sebesar Rpl84 triliun, sudah tercapai sampai dengan Oktober.
Comment: Sampai dengan Q3,2010 proyek konstruksi yang telah direalisasikan sebesar Rp. 78 triliun dari total Rp. 184 triliun yang ditargetkan tahun ini, atau baru mencapai 42.4% dari total yang ditargetkan. Apabila mengacu pada target yang diberikan, maka pada Q4 ini saja harus tersedia proyek sebesar Rp. 106 triliun dimana jumlah tersebut sangat besar sekali untuk jangka waktu 2 (dua) bulan yang tersisa ini. Namun dari pengalaman-pengalaman yang sering diungkapkan oleh para perusahaan-perusahaan konstruksi, mereka sering kali mendapatkan proyek-proyek yang di-tender-kan oleh pemerintah pada akhir-akhir kuartal ini, dimana pemerintah banyak sudah mem-finalisasi proyek-proyek yang dianggarkan pada awal tahun anggaran, alhasil banyak pula perusahaan konstruksi yang optimis bahwa 70-80% dari sisa yang ditargetkan perusahaan akn tercapai di akhir kuartal (Q4). Menanggapi berita tersebut, maka ini merupakan kabar baik bagi emiten-emiten konstruksi seperi: ADHI,WIKA, PTPP, TOTL dan DGIK yang merupakan emiten-emiten yang bergerak di sektor tersebut. Dengan kenaikan target yang melebihi 10% ini akan menaikkan pendapatan emiten2 konstruksi yang tentunya diharapakan tidak dibarengi dengan kenaikan inflasi yang lebih cepat, maka nilai saham perusahaan tersebut juga akan terbantu unuk lebih tinggi lagi.
(dro/dro)











































