Menurut Direktur Utama DGIK Dudung Purwadi, proyek pembangunan Bandara ini meliputi Runway sepanjang 1.400 meter, kemudian Apron, Taxiway serta Overrun. Proyek Bandara Kota Pagar Alam ini jadi kesempatan ketiga perseroan, usai membanguan Bandara Hassanudin, Makasar dan Bandara Kualanamu, Deli Serdang, Sumatera Selatan.
"Pembangunan Bandara Kota Pagar Alam ditargetkan akan rampung pada September 2012 dengan waktu pelaksanaan selama 720 hari," kata Dudung dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Jumat (5/11/2010).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Perseroan, lanjut Dudung, mulai mengembangkan proyek infrastruktur di luar pulau Jawa, guna menambah protofolio DGIK hingga berdampak pada pendapatan yang berkelanjutan (recurring income). Salah satunya adalah kontrak Engineering, Procurement & Construction (EPC) pada pembangkit listrik.
Hingga semester I-2010, pendapatan sektor infrastruktur mencapai Rp 216 miliar atau 41,8% dari total pendapatan perseroan. Sisanya Rp 300 miliar atau 58,2% merupakan pendapatan di sektor bangunan. Berdasarkan equtiy research yang dilakukan Pefindo, pendapatan perseroan hingga akhir tahun ini bisa mencapai Rp 1,417 triliun, atau meningat tipis dari periode sebelumnya, Rp 1,289 triliun. Sedangkan laba bersih ditargetkan mencapai Rp 145 miliar.
Â
(wep/dro)











































