BPK Serius Selidiki Kewajaran Harga IPO KS

BPK Serius Selidiki Kewajaran Harga IPO KS

- detikFinance
Jumat, 05 Nov 2010 11:59 WIB
Jakarta - Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) tengah serius menyelidiki proses penawaran umum saham perdana (initial public offering/IPO) PT Krakatau Steel (KS) yang dicurigai beberapa pihak dilepas dengan harga murah.

Hal ini disampaikan oleh Ketua BPK Hadi Purnomo ketika ditemui di kantornya, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Jumat (5/11/2010).

"Soal KS kita sudah bertemu dengan Menteri BUMN dan Pimpinan KS, serta underwriter. Ini masih dalam pembicaraan, dan jika ada potensi kerugian negara, itu jadi kewenangan BPK," jelas Hadi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Di tempat yang sama, Anggota BPK Hasan Bisri mengatakan sampai saat ini BPK terus mengumpulkan info soal proses IPO perusahaan baja milik negara tersebut.

Hasan pun mengakui, ini merupakan audit pertama BPK soal privatisasi BUMN sampai ke tingkat kewajaran harga.

"Sebelumnya kita Indosat dan Pelindo sudah, tapi belum ke tingkat kewajaran harga. Itu akan menjadi bahan untuk didiskusikan," tukas Hasan.

Seperti diketahui, KS berencana melepaskan 3.155.000.000 saham baru ke publik dan mencatatkannya di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 10 November 2010. Pernyataan efektif telah diperoleh pada 29 Oktober 2010. Masa Penawaran akan digelar pada 2-4 November 2010. Penjatahan pada 8 November 2010. Distribusi pada 9 November 2010.

Harga pelaksanaan IPO ditetapkan sebesar Rp 850 per saham dari kisaran harga yang ditetapkan sebesar Rp 800-1.050 per lembar. Dengan harga Rp 850, maka total perolehan dana IPO sebesar Rp 2,681 triliun. Dalam IPO ini, KS menunjuk 3 penjamin emisi (underwriter) yakni PT Mandiri Sekuritas, PT Danareksa Sekuritas, dan PT Bahana Securities.

Dalam proses bookbuilding yang telah digelar dan berakhir pekan lalu, KS berhasil memperoleh pesanan hingga 30 miliar saham atau hampir 9 kali dari jumlah saham yang dilepas ke publik.

Namun penetapan harga saham IPO Rp 850 itu dinilai sangat murah dan berpotensi merugikan negara. Ekonom Sustainable Development Indonesia yang juga Wakil Ketua Umum DPP PAN, Dradjad Wibowo menilai Menteri BUMN mengungkapkan harga saham IPO KS sangat murah sehingga akan banyak orang yang mencari untung cepat dari kenaikan harga saham IPO KS pada saat listing perdana di bursa.

Sementara pihak underwriter menegaskan, penetapan harga itu sudah melalui perhitungan cermat. Jika dinaikan saja Rp 50 ke Rp 900 per lembar, maka KS bisa kehilangan sekitar setengah dari investor yang sudah melakukan penawaran.
(dnl/qom)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads