Anwar Nasution: BPK Harus Belajar Audit Privatisasi BUMN

Anwar Nasution: BPK Harus Belajar Audit Privatisasi BUMN

- detikFinance
Jumat, 05 Nov 2010 12:06 WIB
Jakarta - Mantan Ketua Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Anwar Nasution meminta BPK mulai mempelajari cara mengaudit proses privatisasi BUMN. Ini dilakukan agar tidak ada kerugian negara dari aksi privatisasi ini.

"Sebenarnya BPK bisa masuk, memang dari dulu BPK belum ikut privatisasi, jadi belum masuk privatisasi. Waktu zaman saya, saya sudah kerjasama dengan Eropa soal privatisasi. BPK harus belajar privatisasi, kemarin sudah ke Belanda dan Ceko," tutur Anwar di kantor pusat BPK, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Jumat (5/11/2010).

Ini dikatakan Anwar berkaitan dengan penawaran saham perdana (initial public offering/IPO) dari PT Krakatau Steel (KS) yang menjadi polemik saat ini karena harga saham yang ditawarkan dicurigai terlalu murah.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"(IPO KS) itu harus sampai terang benderang auditnya," tegas Anwar.

Seperti diketahui, KS berencana melepaskan 3.155.000.000 saham baru ke publik dan mencatatkannya di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 10 November 2010. Pernyataan efektif telah diperoleh pada 29 Oktober 2010. Masa Penawaran akan digelar pada 2-4 November 2010. Penjatahan pada 8 November 2010. Distribusi pada 9 November 2010.

Harga pelaksanaan IPO ditetapkan sebesar Rp 850 per saham dari kisaran harga yang ditetapkan sebesar Rp 800-1.050 per lembar. Dengan harga Rp 850, maka total perolehan dana IPO sebesar Rp 2,681 triliun. Dalam IPO ini, KS menunjuk 3 penjamin emisi (underwriter) yakni PT Mandiri Sekuritas, PT Danareksa Sekuritas, dan PT Bahana Securities.

Dalam proses bookbuilding yang telah digelar dan berakhir pekan lalu, KS berhasil memperoleh pesanan hingga 30 miliar saham atau hampir 9 kali dari jumlah saham yang dilepas ke publik.

Namun penetapan harga saham IPO Rp 850 itu dinilai sangat murah dan berpotensi merugikan negara. Ekonom Sustainable Development Indonesia yang juga Wakil Ketua Umum PAN, Dradjad Wibowo menilai Menteri BUMN mengungkapkan harga saham IPO KS sangat murah sehingga akan banyak orang yang mencari untung cepat dari kenaikan harga saham IPO KS pada saat listing perdana di bursa.

Sementara pihak underwriter menegaskan, penetapan harga itu sudah melalui perhitungan cermat. Jika dinaikan saja Rp 50 ke Rp 900 per lembar, maka KS bisa kehilangan sekitar setengah dari investor yang sudah melakukan penawaran.
(dnl/qom)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads