Menteri BUMN Mustafa Abubakar, kinerja Krakatau Steel tersebut diharapkan bisa disambut positif oleh pasar menjelang rencana penawaran umum saham perdana alias initial public offering (IPO) yang sebentar lagi berlangsung.
"Mudah-mudahan dengan kinerja yang cukup baik ini bisa disambut positif oleh pasar dalam rangka IPO-nya nanti," kata Mustafa di kantornya, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Jumat (5/11/2010).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Seperti diketahui, KS berencana melepaskan 3.155.000.000 saham baru ke publik dan mencatatkannya di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 10 November 2010. Pernyataan efektif telah diperoleh pada 29 Oktober 2010. Masa Penawaran sudah digelar pada 2-4 November 2010. Penjatahan pada 8 November 2010. Distribusi pada 9 November 2010.
Harga pelaksanaan IPO ditetapkan sebesar Rp 850 per saham dari kisaran harga yang ditetapkan sebesar Rp 800-1.050 per lembar. Dengan harga Rp 850, maka total perolehan dana IPO sebesar Rp 2,681 triliun. Dalam IPO ini, KS menunjuk 3 penjamin emisi (underwriter) yakni PT Mandiri Sekuritas, PT Danareksa Sekuritas, dan PT Bahana Securities.
Namun penetapan harga saham IPO Rp 850 itu dinilai sangat murah dan berpotensi merugikan negara. Tetapi pihak underwriter menegaskan, penetapan harga itu sudah melalui perhitungan tepat. Jika dinaikan saja Rp 50 ke Rp 900 per lembar, maka KS bisa kehilangan sekitar setengah dari investor yang sudah melakukan penawaran.
(ang/qom)











































