Menteri BUMN Tunjuk 4 Orang Tim Evaluasi IPO KS

Menteri BUMN Tunjuk 4 Orang Tim Evaluasi IPO KS

- detikFinance
Jumat, 05 Nov 2010 21:28 WIB
Jakarta - Menteri BUMN Mustafa Abubakar menunjuk 4 orang sebagai Tim Evaluasi Independen Pelaksanaan Privatisasi PT Krakatau Steel (KS). Tim ditunjuk untuk mengawasi proses penawaran umum saham perdana (initial public offering/IPO) KS.

"Tim ini dibentuk mulai hari ini, terdiri dari 4 orang yang memang independen dari luar pemerintahan," ujar Mustafa di kantornya, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Jumat (5/11/2010).

Adapun keempat anggota tim ini adalah:

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

  1. Achmad Daniri sebagai Ketua, yang saat ini menjabat sebagai Ketua Komisi Nasional Kebijakan Governance
  2. Hikmahanto Juwana sebagai anggota, yang saat ini merupakan Guru Besar FHUI
  3. Sudaryono sebagai anggota, yang juga merupakan mantan Ketua  Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP)
  4. Kahlil Rowters sebagai anggota, yang merupakan pengamat pasar modal
"Masa berlaku tim ini adalan selama 1 bulan terhitung mulai hari ini. Tim ini langsung berada di bawah Menteri BUMN," tukas Mustafa.

Seperti diketahui, KS berencana melepaskan 3.155.000.000 saham baru ke publik dan mencatatkannya di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 10 November 2010. Pernyataan efektif telah diperoleh pada 29 Oktober 2010. Masa Penawaran akan digelar pada 2-4 November 2010. Penjatahan pada 8 November 2010. Distribusi pada 9 November 2010.

Harga pelaksanaan IPO ditetapkan sebesar Rp 850 per saham dari kisaran harga yang ditetapkan sebesar Rp 800-1.050 per lembar. Dengan harga Rp 850, maka total perolehan dana IPO sebesar Rp 2,681 triliun. Dalam IPO ini, KS menunjuk 3 penjamin emisi (underwriter) yakni PT Mandiri Sekuritas, PT Danareksa Sekuritas, dan PT Bahana Securities.

Dalam proses bookbuilding yang telah digelar dan berakhir pekan lalu, KS berhasil memperoleh pesanan hingga 30 miliar saham atau hampir 9 kali dari jumlah saham yang dilepas ke publik.

Namun penetapan harga saham IPO Rp 850 itu dinilai sangat murah dan berpotensi merugikan negara. Ekonom Sustainable Development Indonesia yang juga Wakil Ketua Umum PAN, Dradjad Wibowo menilai Menteri BUMN mengungkapkan harga saham IPO KS sangat murah sehingga akan banyak orang yang mencari untung cepat dari kenaikan harga saham IPO KS pada saat listing perdana di bursa.

Sementara pihak underwriter menegaskan, penetapan harga itu sudah melalui perhitungan cermat. Jika dinaikkan saja Rp 50 ke Rp 900 per lembar, maka KS bisa kehilangan sekitar setengah dari investor yang sudah melakukan penawaran.

(dnl/dnl)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads