Dijual Rp 850, Saham KS Diduga Bakal 'Digoreng' Sampai Rp 1.400

Dijual Rp 850, Saham KS Diduga Bakal 'Digoreng' Sampai Rp 1.400

- detikFinance
Sabtu, 06 Nov 2010 13:10 WIB
Jakarta - Pemerintah melepas saham perdana dalam initial public Offering (IPO) PT Krakatau Steel (KS) Rp 850 per lembar. Saham KS diperkirakan bakal jadi saham 'gorengan' sampai Rp 1.400 per lembar.

Hal ini disampaikan oleh Pengamat Pasar Modal Yanuar Rizky dalam diskusi 'Polemik' yang diadakan Trjaya FM di rumah makan Warung Daun, Cikini, Jakarta, Sabtu (6/11/2010).

"Terakhir, yang saya dengar, gorengannya itu sampai Rp 1.400," cetus Yanuar.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Yanuar menilai saham KS merupakan saham 'gorengan' karena kontribusi faktor fundamental terhadap penentuan harganya hanya 0,14%. "Ini jelas saham gorengan. Pengaruh fundamental dari saham ini hanya 0,14%," imbuh Yanuar.

Menurutnya, pihak-pihak yang berencana untuk menggoreng saham KS ini merupakan amatiran, karena mereka melakukan untuk keuntungan diri sendiri.

"Kita tahu caranya menggoreng. Lu mau gorengan tinggi, ciptakan oversubcribed, tapi dia ini (KS) mau sendiri, itu kan serakah," jelasnya.

Hal tersebut, lanjut Yanuar, berbeda dengan permainan saham yang dilakukan perusahaan Bakrie. Walaupun menurut Yanuar, Bakrie pun turut menggoreng sahamnya, tetapi dia membaginya kepada semua pihak, sehingga tidak ada yang berteriak atas permainan saham perusahaan itu.

"Bercermin dari sahamn BUMI, itu kan saham sejuta umat, walaupun digoreng tapi gorengan itu dibagi. Sedangkan KS ini amatiran, jorok, norak. Bakrie itu bagi semua, walaupun goreng tapi semuanya happy," sindirnya.

Seperti diketahui, KS berencana melepaskan 3.155.000.000 saham baru ke publik dan mencatatkannya di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 10 November 2010. Pernyataan efektif telah diperoleh pada 29 Oktober 2010. Masa Penawaran akan digelar pada 2-4 November 2010. Penjatahan pada 8 November 2010. Distribusi pada 9 November 2010.

Harga pelaksanaan IPO ditetapkan sebesar Rp 850 per saham dari kisaran harga yang ditetapkan sebesar Rp 800-1.050 per lembar. Dengan harga Rp 850, maka total perolehan dana IPO sebesar Rp 2,681 triliun. Dalam IPO ini, KS menunjuk 3 penjamin emisi (underwriter) yakni PT Mandiri Sekuritas, PT Danareksa Sekuritas, dan PT Bahana Securities.

Dalam proses bookbuilding yang telah digelar dan berakhir pekan lalu, KS berhasil memperoleh pesanan hingga 30 miliar saham atau hampir 9 kali dari jumlah saham yang dilepas ke publik.

Namun penetapan harga saham IPO Rp 850 itu dinilai sangat murah dan berpotensi merugikan negara. Ekonom Sustainable Development Indonesia yang juga Wakil Ketua Umum PAN, Dradjad Wibowo menilai Menteri BUMN mengungkapkan harga saham IPO KS sangat murah sehingga akan banyak orang yang mencari untung cepat dari kenaikan harga saham IPO KS pada saat listing perdana di bursa.

Sementara pihak underwriter menegaskan, penetapan harga itu sudah melalui perhitungan cermat. Jika dinaikkan saja Rp 50 ke Rp 900 per lembar, maka KS bisa kehilangan sekitar setengah dari investor yang sudah melakukan penawaran.

(nia/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads