Salah satu anggota tim ini yaitu Pengamat Pasar Modal Kahlil Rowter mengatakan, dirinya menjadi anggota tim karena diminta oleh Menteri BUMN.
"Pak Menteri minta ya saya bantu saja. Pembagian kerjanya belum ada, ada yang bagian saya, ada bagian Pak Hikmahanto (anggota tim)," ujar Kahlil dalam diskusi 'Polemik' yang diadakan Trjaya FM di rumah makan Warung Daun, Cikini, Jakarta, Sabtu (6/11/2010).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita melapor ke Menteri BUMN untuk melakukan proses IPO. Soal perizinan IPO keluar, proses di Kementerian BUMN, proses di pasar modal, kewenangan yang diberikan itu ada di tengah ini, jangan tanya lagi yang awal," jelasnya.
Ketika ditanya mengenai keterlambatan pembentukan tim tersebut, karena KS akan melantai di bursa pada 10 November, Kahlil tidak bisa menjawab. Kahlil menegaskan pihaknya diminta untuk membuktikan apakah proses IPO KS telah memenuhi aturan atau belum.
"Belum tahu. Evaluasi proses ini, apa sudah sesuai proses peraturan dan kaidah-kasidahnya, soal nantinya, saya nggak tahu," katanya.
Menanggapi harga saham KS, Kahlil menilai harga tersebut merupakan harga yang wajar karena sudah berdasarkan laporan dari underwritter. "Harga paling wajar Rp 850, tapi ini saya belum melakukan studi apa-apa ya dan atas nama pribadi bukan tim," tukasnya.
Kemarin, Menteri BUMN Mustafa Abubakar membentuk tim tersebut yang terdiri dari 4 orang yaitu:
- Achmad Daniri sebagai Ketua, yang saat ini menjabat sebagai Ketua Komisi Nasional Kebijakan Governance
- Hikmahanto Juwana sebagai anggota, yang saat ini merupakan Guru Besar FHUI
- Sudaryono sebagai anggota, yang juga merupakan mantan Ketua Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP)
- Kahlil Rowters sebagai anggota, yang merupakan pengamat pasar modal
Harga pelaksanaan IPO ditetapkan sebesar Rp 850 per saham dari kisaran harga yang ditetapkan sebesar Rp 800-1.050 per lembar. Dengan harga Rp 850, maka total perolehan dana IPO sebesar Rp 2,681 triliun. Dalam IPO ini, KS menunjuk 3 penjamin emisi (underwriter) yakni PT Mandiri Sekuritas, PT Danareksa Sekuritas, dan PT Bahana Securities.
Dalam proses bookbuilding yang telah digelar dan berakhir pekan lalu, KS berhasil memperoleh pesanan hingga 30 miliar saham atau hampir 9 kali dari jumlah saham yang dilepas ke publik.
Namun penetapan harga saham IPO Rp 850 itu dinilai sangat murah dan berpotensi merugikan negara. Ekonom Sustainable Development Indonesia yang juga Wakil Ketua Umum PAN, Dradjad Wibowo menilai Menteri BUMN mengungkapkan harga saham IPO KS sangat murah sehingga akan banyak orang yang mencari untung cepat dari kenaikan harga saham IPO KS pada saat listing perdana di bursa.
Sementara pihak underwriter menegaskan, penetapan harga itu sudah melalui perhitungan cermat. Jika dinaikkan saja Rp 50 ke Rp 900 per lembar, maka KS bisa kehilangan sekitar setengah dari investor yang sudah melakukan penawaran.
(nia/dnl)











































