Market Flash eTrading

Market Flash eTrading

- detikFinance
Senin, 08 Nov 2010 10:08 WIB
Market Flash eTrading
Jakarta - Market Prediction

Pada perdagangan Jumat (5/11) Indeks Dow Jones ditutup menguat 9 point (0.08%) ke level 11,444.10 dikarenakan data jumlah tenaga kerja di AS yang tumbuh lebih cepat dari yang diperkirakan menaikkan optimisme terhadap pemulihan ekonomi. Pada akhir perdagangan minggu lalu IHSG ditutup menguat 26 point (+0.72%) ke level 3,655.30. Asing tercatat melakukan net buy sebesar Rp 278 Miliar, sebagian besar pembelian dilakukan di sektor komoditas seperti metal mining, coal mining dan plantation. IHSG pada hari ini diperkirakan akan bergerak dikisaran 3,600 – 3,667 dengan saham – saham yang dapat diperhatikan a.l. ADRO, BUMI, TINS dan HRUM.

News & Analysis

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

BMTR: Global Mediacom Cetak Kenaikan Laba 97%

PT Global Mediacom Tbk (BMTR) mencatatkan kenaikan laba bersih hingga 97 persen per September 2010 menjadi Rp464 miliar, dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang sebesar Rp236 miliar.

"Global Mediacom telah membukukan kinerja yang sangat baik di kuartal III- 2010 yang terutama berasal dari media berbasis konten dan iklan serta media berbasis pelanggan," jelas Group President dan CEO Global Mediacom Hary Tanoesoedibjo dalam keterangan tertulisnya kepadaokezone di Jakarta, Jumat (5/11/2010).

Sementara pendapatan konsolidasi dari terpantau naik 27 persen menjadi Rp4,71 triliun untuk periode yang berakhir pada 30 September 2010 dibandingkan Rp3,72 triliun pada periode yang berakhir pada 30 September 2009. EBITDA juga meningkat sebesar 65 persen dari Rp883 miliar di kuartal III-2009 menjadi Rp1,45 triliun di kuartal III -2010. EBITDA marjin juga mengalami peningkatan secara signifikan dari 24 persen ke 31 persen. Anak usaha perseroan, MNC Sky Vision, pemilik Indovision dan Top TV serta yang mengelola OkeVision, membukukan peningkatan sebesar 40 persen pada pendapatan dari Rp754 miliar di 3Q 2009 menjadi Rp1,05 triliun di 3Q 2010 yang terutama disebabkan oleh peningkatan jumlah pelanggan dan menurunnya churn rate.

Sementara PT Media Nusantara Citra Tbk (MNCN) mencatat kenaikan konsolidasi pendapatan sebesar 26 persen menjadi Rp 3,57 triliun per September 2010.

"Global Mediacom saat ini berada dalam posisi yang sangat kuat dalam memanfaatkan pertumbuhan perekonomian yang kuat yang terutama didorong oleh belanja konsumen. Kami sangat optimistis akan hasil yang sangat kuat untuk akhir tahun 2010," tukas Hary.

Comment: Perseroan berada di industry yang secara tidak langsung di untungkan oleh besarnya jumlah penduduk dan meningkatnya purchasing power. Dengan jumlah penduduk 238 juta jiwa merupakan pasar yang besar untuk produsen oleh karena itu produsen berusaha untuk meraih market share lewat brand awareness (pengenalan merek) dengan cara beriklan, tidak heran bila pendapatan MNCN meningkat, Pertumbuhan anak perusahaan perseroan yakni indovision dan Top TV, kami perkirakan akan meningkat apalagi saat ini tingkat penetrasi cable tv kurang dari 2% pada 2009. Tingkat pertumbuhan pelanggan selama 2003-2007 mencapai 32%. Kami prediksi pertumbuhan ini akan terus dinikmati cable tv setidaknya sampai 5 tahun kedepan. 97% pendapatan perseroan berasal dari bisnis media, saat ini tidak ada analis yang meng-cover.

DGIK: Duta Graha Garap Bandara Kota Pagar Alam Rp 216,2 M

PT Duta Graha Indah Tbk (DGIK) memperoleh kontrak baru pembangunan Bandara Kota Pagar Alam, Sumatera Selatan senilai Rp 216,2 miliar. Penyelesaian kontrak ini diperkirakan tuntas pada September 2012. Menurut Direktur Utama DGIK Dudung Purwadi, proyek pembangunan Bandara ini meliputi Runway sepanjang 1.400 meter, kemudian Apron, Taxiway serta Overrun. Proyek Bandara Kota Pagar Alam ini jadi kesempatan ketiga perseroan, usai membanguan Bandara Hassanudin, Makasar dan Bandara Kualanamu, Deli Serdang, Sumatera Selatan.

Comment: Dengan penambahan proyek baru ini, maka DGIK sudah berhasil mendapatkan Revenue sampai saat ini sebesar Rp. 1.134 triliun, apabila dibandingkan Revenue akhir tahun 2009 yang sebesar Rp 1,3 trilun, maka target tahun 2010 ini sudah mencapai hampir 90% dari total Revenue tahun 2009. Maka dengan waktu yang tersisa +/- 2 bulan ini, DGIK akan mampu mencapai pendapatan yang sama dengan tahun sebelumnya apabila DGIK berhasil mendapatkan proyek baru lagi sebesar Rp. 170 milia r lagi, dimana menurut pendapat kami target pencapaian ini sangatlah realistis. Dengan P/E 8.27 dimana average P/E industrinya di 15.53, naka potensi DGIK untuk mengangkat harga sahamnya masih cukup lebar, apalagi dtunjang dengan peningkatan Revenue yang lebih lagi untuk tahun 2010 ini, ditambah lagi kenaikan harga saham DGIK yang baru naik 16.7% disbanding average kenaikan industinya sebesar 70,57%, maka prospek saham ini masih cukup bagus kedepannya.

ASII: Astra Siap Suntik Bank Permata Rp 1 T

PT Astra International Tbk (ASII) siap menyuntikkan dana Rp 1 T untuk modal anak usahanya, PT Bank Permata Tbk (BNLI). Perseroan akan mengeksekusi penerbitan saham baru (right issue) Bank Permata Pada pertengahan November 2010.

Astra selaku pemegang 44,51% saham Bank Permata akan menggunakan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) untuk mempertahankan kepemilikannya. Selain itu, perseroan bersama Standard Chartered Bank bertindak sebagai pembeli siaga (standby buyer).

Saat ini, kepemilikan saham Standard Chartered di Bank Permata sama besar dengan Astra International yakni 44,51%. Sisanya 10,98% saham dimiliki oleh publik. Bank Permata akan menerbitkan sebanyak 1,29 Miliar saham seri B pada harga Rp 1.549 per saham. Perseroan berpotensi meraup total dana Rp 1,99 Triliun.

Comment: Rencana right issue bank permata ini dilakukan dengan rasio 6:1, artinya setiap pemegang 6 lembar saham lama dapat mengeksekusi 1 lembar saham baru. Apabila pemegang saham tidak mengeksekusi haknya, maka akan terdelusi hingga 14,29%. Namun kami melihat aksi right issue perseroan tersebut sebagai suatu langkah untuk mempertahankan rasio kecukupan modal (CAR) perusahaan serta untuk meningkatkan kredit perseroan. Namun dengan kecilnya proporsi publik yaitu hanya sebesar 10%, maka jangan terlalu berharap akan likuiditas harga saham perusahaan. Hingga saat ini belum ada analis yang meng-cover perusahaan ini.

Economic & Strategy

BPS: Pertumbuhan Ekonomi Akhir Tahun 6,3%


Pemerintah masih memiliki harapan untuk mencapai pertumbuhan ekonomi lebih dari enam persen bila dilihat dari indikator pendapatan domestik bruto (PDB) yang tumbuh pada kuartal III tahun ini. "Kalau 6 persen pasti dapat, kalau 6,3 persen. Insya Allah," ujar Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik Badan Pusat Statistik (BPS) Slamet Sutomo kepada wartawan dalam konferensi pers di Gedung BPS, Jakarta, Jumat (5/11/2010).

Comment: Menurut kami, target pemerintah untuk pertumbuhan ekonomi sebesar 6.3% pada 2010 masih mungkin tercapai. Berdasarkan data BPS per 3Q10, pertumbuhan pengeluaran konsumsi rumah tangga mencapai 2,01% dibandingkan 3Q09. Sedangkan untuk investasi, tumbuh 7,03%. Pertumbuhan ekonomi pada 3Q10 juga ditunjang oleh konsumsi pemerintah yang tumbuh 12,6%. Pada sektor perdagangan luar negeri (ekspor-impor) sudah menunjukkan pertumbuhan 5,97 persen. Kedepannya, untuk mencpai pertumbuhan 6.3%, diperlukan peningkatan kinerja terutama pada sektor ekspor serta kebijakan dalam meningkatkan nilai tambah komoditas Indonesia dan pemberdayaan seluruh provinsi dalam sektor industri.

 

 

(dro/dro)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads