"Penggabungan usaha atau merger ini dimaksudkan untuk menciptakan sinergi antara OCBC NISP dan OCBC Indonesia," ujar Presiden Direktur OCBC NISP Parwati Surjaudaja dalam konferensi persnya di OCBC NISP Tower, Jalan Kuningan, Selasa (09/11/2010).
Seperti diberitakan sebelumnya, Bank OCBC NISP dan Bank OCBC Indonesia berencana melakukan penggabungan usaha kedua perusahaan tersebut atau merger. Parwati mengungkapkan, Bank OCBC NISP merupakan perusahaan publik yang 81,9% sahamnya dimiliki oleh OCBC Bank Singapura. "Sementara itu Bank OCBC Indonesia adalah perseroan terbatas yang 99% sahamnbya dimiliki oleh OCBC Bank Singapura dan 1% dimiliki oleh Bank OCBC NISP," jelasnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Penggabungan usaha atau merger ini dinyatakan efektif setelah seluruh proses perijinan selesai. Diharapkan dapat terlaksana pada 1 Januari 2011," ungkap Parwati.
Dengan penggabungan usaha tersebut maka total aset OCBC NISP menjadi Rp 47,6 triliun per 15 Oktober 2010 setelah sebelum penggabungan per akhir September 2010 hanya sebesar Rp 41,5 triliun.
Sementara itu laba bersih per 15 Oktober 2010 setelah penggabungan OCBC NISP tercatat menjadi Rp 479 miliar dimana sebelumnya hanya Rp 393 miliar per akhir September 2010.
(dru/dro)










































