Tim Evaluasi: Pembatalan IPO KS Berisiko Tinggi

Tim Evaluasi: Pembatalan IPO KS Berisiko Tinggi

- detikFinance
Selasa, 09 Nov 2010 13:47 WIB
Jakarta - Tim Evaluasi Independen proses penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) PT Krakatau Steel (KS) menilai IPO harus terus berjalan untuk menjaga kepercayaan bagi para investor pasar modal di Indonesia.

Hal ini disampaikan oleh Ketua Tim, Mas Achmad Daniri saat ditemui di kantor Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam LK), Jalan Wahidin Raya, Jakarta, Selasa (9/11/2010).

"Membatalkan IPO adalah hal yang tak mungkin dan sangat berisiko sekali karena mengenai kepercayaan investor. Dan ini terkait perekonomian yang lebih jauh lagi di Indonesia," tutur Daniri.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Mantan Direktur Utama Bursa Efek Jakarta itu mengatakan, selain merusak kepercayaan investor, pembatalan IPO ini juga bisa menghambat rencana ekspansi KS yang sudah direncanakan sebelumnya.

"Investor juga jadi tak percaya untuk investasi. Kita bisa memberikan usulan-usulan kalau ada IPO BUMN supaya tidak gonjang-ganjing. Dan masalah sosialisasi itu menjadi penting, karena banyak yang belum paham," tutur Daniri.

Daniri mengatakan, dalam proses IPO KS, penentuan harga jual Rp 850 per saham sudah normal.

"Proses pembentukan harga itu diberikan analis, lalu analis memberikan prediksi harga, dan dari hasil itu dibentuk bookbuilding, nanti underwriter punya perhitungan sendiri. Pokoknya hal ini supaya tumbuhnya menjadi sehat," jelasnya.

Anggota tim yang lain yaitu Kahlil Rowters juga berpendapat proses IPO KS sudah merupakan proses yang biasa dilakukan oleh perusahaan-perusahaan di Indonesia yang ingin melakukan IPO. "Ini merupakan rangkaian IPO di Indonesia," tukas Kahlil.

Seperti diketahui,KS berencana melepaskan 3.155.000.000 saham baru ke publik dan mencatatkannya di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 10 November 2010. Pernyataan efektif telah diperoleh pada 29 Oktober 2010. Masa Penawaran akan digelar pada 2-4 November 2010. Penjatahan pada 8 November 2010. Distribusi pada 9 November 2010.

Harga pelaksanaan IPO ditetapkan sebesar Rp 850 per saham dari kisaran harga yang ditetapkan sebesar Rp 800-1.050 per lembar. Dengan harga Rp 850, maka total perolehan dana IPO sebesar Rp 2,681 triliun. Dalam IPO ini, KS menunjuk 3 penjamin emisi (underwriter) yakni PT Mandiri Sekuritas, PT Danareksa Sekuritas, dan PT Bahana Securities.

Dalam proses bookbuilding yang telah digelar dan berakhir pekan lalu, KS berhasil memperoleh pesanan hingga 30 miliar saham atau hampir 9 kali dari jumlah saham yang dilepas ke publik.

Namun penetapan harga saham IPO Rp 850 itu dinilai sangat murah dan berpotensi merugikan negara. Wakil Ketua Umum DPP PAN, Dradjad Wibowo menilai Menteri BUMN mengungkapkan harga saham IPO KS sangat murah sehingga akan banyak orang yang mencari untung cepat dari kenaikan harga saham IPO KS pada saat listing perdana di bursa.
(nia/dnl)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads