Mengawali perdagangan, IHSG dibuka turun tipis ke level 3.699,154 dan kemudian sempat melanjutkan pelemahan ke level 3.689,747, turun 10 poin dari penutupan kemarin di level 3.699,263.
IHSG sempat melemah tipis dan bergerak stagnan di awal perdagangan. Tekanan jual yang melanda bursa Wall Street tadi malam dan pelemahan bursa-bursa regional Asia pagi tadi membuat IHSG ikutan melemah. Investor diperkirakan melakukan aksi ambil untung (profit taking) untuk mengantisipasi pelemahan indeks lebih dalam.
Rupanya, pelemahan hanya sesaat. Peningkatan daya beli terjadi secara cepat dan mendorong terjadinya kenaikan harga-harga saham unggulan di berbagai sektor secara serentak. Penguatan saham sektor pertambangan memimpin laju penguatan diikuti dengan saham-saham di sektor lainnya seperti perbankan dan sebagainya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pergerakan IHSG hari ini tampak berlawanan dengan tren bursa-bursa Asia lainnya. IHSG sempat menyentuh level 3.742,772, naik 43 poin.
Pada penutupan perdagangan Selasa (9/11/2010), IHSG naik 38,221 poin (1,03%) ke level 3.737,484. Sedangkan Indeks LQ 45 menguat 7,461 poin (1,09%) ke level 690,261.
Perdagangan hari ini berjalan ramai dengan frekuensi transaksi di seluruh pasar 158.718 kali pada volume 6,428 miliar lembar saham senilai Rp 6,904 triliun. Sebanyak 121saham naik, 103 saham turun dan 82 saham stagnan.
Transaksi investor asing mencatat pembelian bersih (foreign net buy) tipis sebesar Rp 163,089 miliar.
Bursa-bursa regional Asia didominasi pelemahan:
- Indeks Shanghai turun 24,51 poin (0,78%) ke level 3.135,00.
- Indeks Hang Seng melemah 253,77 poin (1,02%) ke level 24.710,60.
- Indeks Nikkei 225 turun 38,43 poin (0,39%) ke level 9.694,49.
- Indeks Straits Times naik 8,05 poin (0,17%) ke level 3.305,27.
Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Indo Tambang (ITMG) naik Rp 4.000 ke Rp 55.000, Petrosea (PTRO) naik Rp 1.600 ke Rp 41.500, United Tractors (UNTR) naik Rp 1.550 ke Rp 25.100, HM Sampoerna (HMSP) naik Rp 850 ke Rp 27.000.
Sementara saham-saham yang turun cukup tinggi dan masuk dalam kategori top losers antara lain Kentucky Fried Chicken (KFC) turun Rp 500 ke Rp 9.500, Mayora Indah (MYOR) turun Rp 400 ke Rp 12.800, Gudang Garam (GGRM) turun Rp 350 ke Rp 47.700, Lonsum (LSIP) turun Rp 250 ke Rp 12.500.
(dro/qom)











































