Kwik Kian Gie: IPO KS Tak Boleh Dilakukan Karena Koruptif

Kwik Kian Gie: IPO KS Tak Boleh Dilakukan Karena Koruptif

- detikFinance
Selasa, 09 Nov 2010 18:12 WIB
Jakarta - Polemik soal rencana penawaran saham perdana (initial public offering/IPO) PT Krakatau Steel (KS) terus berlangsung. Pengamat Ekonomi Kwik Kian Gie menilai IPO KS tak boleh dilakukan karena mengandung kecurangan dan koruptif.

"Go public KS ini mengandung kontroversi karena adanya dugaan bahwa go public-nya KS mengandung kecurangan atau bersifat koruptif. Yaitu harga perdana ditetapkan terlalu rendah yang dijual kepada orang-orang tertentu saja," tuturnya dalam diskusi di sebuah rumah makan di kawasan SCBD, Jakarta, Selasa (9/11/2010).

Mantan menko perekonomian era pemerintahan Megawati ini mengatakan, saham KS sengaja dijual mahal agar pihak-pihak tertentu mampu membelinya dan dapat segera menjual kembali saham tersebut setelah harganya dinaikkan di pasar modal.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Karena pertimbangan ini, Kwik menegaskan IPO KS atau yang diistilahkan Kwik sebagai upaya swastanisasi BUMN ini perlu ditunda. Dia juga mengatakan, KS sebagai BUMN strategis di bidang pertahanan tak seharusnya diswastanisasikan.

"Dulu ketika pemerintahan Megawati, kita mengambil keputusan membangun industri pertahanan dengan menggunakan 4 BUMN sebagai modal dasar yaitu KS, PT PAL, PT DI, dan Pindad dengan menggunakan hibah dari China US$ 7 juta," jelas Kwik.

Tapi, lanjut Kwik, setelah presidennya berganti menjadi SBY, proses tadi tidak berlanjut. Jadi IPO terhadap KS ini dinilai sebagai pelecehan terhadap Megawati yang dulu memutuskan untuk tidak melepaskan saham KS ke pasar modal atau ke asing.

"Bukankah swastanisasi KS adalah pencuatan dari sebuah pelecehan yang sangat tidak etis terhadap keputusan Presiden Megawati, yang dibantu oleh Bapak SBY sebagai Menko Polkam dan bapak Hatta Rajasa sebagai Menristek/Kepala BPPT saat itu?," tukas Kwik.

Seperti diketahui,KS berencana melepaskan 3.155.000.000 saham baru ke publik dan mencatatkannya di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 10 November 2010. Pernyataan efektif telah diperoleh pada 29 Oktober 2010. Masa Penawaran akan digelar pada 2-4 November 2010. Penjatahan pada 8 November 2010. Distribusi pada 9 November 2010.

Harga pelaksanaan IPO ditetapkan sebesar Rp 850 per saham dari kisaran harga yang ditetapkan sebesar Rp 800-1.050 per lembar. Dengan harga Rp 850, maka total perolehan dana IPO sebesar Rp 2,681 triliun. Dalam IPO ini, KS menunjuk 3 penjamin emisi (underwriter) yakni PT Mandiri Sekuritas, PT Danareksa Sekuritas, dan PT Bahana Securities.

Dalam proses bookbuilding yang telah digelar dan berakhir pekan lalu, KS berhasil memperoleh pesanan hingga 30 miliar saham atau hampir 9 kali dari jumlah saham yang dilepas ke publik.

Namun penetapan harga saham IPO Rp 850 itu dinilai sangat murah dan berpotensi merugikan negara. Wakil Ketua Umum DPP PAN, Dradjad Wibowo menilai Menteri BUMN mengungkapkan harga saham IPO KS sangat murah sehingga akan banyak orang yang mencari untung cepat dari kenaikan harga saham IPO KS pada saat listing perdana di bursa.
(dnl/qom)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads