Mustafa mengatakan, keputusan untuk memperbesar jatah investor domestik itu dilakukan setelah mendengarkan pendapat para pengamat dan tuntutan-tuntutan dari berbagai pihak dalam kasus pencatatan saham perdana KS.
"Kami memperhatikan pendapat dari para pemgamat serta tuntutan-tuntutan untuk memperbesar porsi saham investor domestik. KS ini nanti kan masih ada tahap II pelepasan 10%, nanti akan kita pertimbangkan di sana," ujar Mustafa dalam konferensi pers usai pencatatan saham KS di Gedung BEI, Jakarta, Rabu (10/11/2010).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kendati demikian, pemerintah tetap akan menggandeng investor asing yang dinilai masih dibutuhkan untuk meningkatkan kepercayaan BUMN.
"Investor asing tidak bisa tidak kita kasih karena keberadaan investor asing ini juga membuktikan bahwa saham-saham BUMN diminati oleh investor asing, investor global. Tapi kita akan memperhatikan tuntutan dari para pengamat," imbuh Mustafa.
KS hari ini mencatatkan 3.155.000.000 saham baru ke publik dan mencatatkannya di Bursa Efek Indonesia (BEI). Total dana yang akan diperoleh perseroan melalui IPO ini sebesar Rp 2,681 triliun. Seluruh dana IPO akan digunakan untuk ekspansi perseroan. Pada pencatatan perdananya, saham KS langsung melonjak dan sekitar pukul 10.30 waktu JATS, saham KS sudah di level Rp 1.180 atau naik 37,65%. (dro/qom)











































