Investor Asia dan Eropa Paling Banyak Serap Saham Krakatau Steel

Investor Asia dan Eropa Paling Banyak Serap Saham Krakatau Steel

Whery Enggo Prayogi - detikFinance
Rabu, 10 Nov 2010 12:31 WIB
Investor Asia dan Eropa Paling Banyak Serap Saham Krakatau Steel
Jakarta -

Investor asing, khususnya dari Eropa dan Asia tercatat yang paling banyak menyerap saham perdana PT Krakatau Steel Tbk (KRAS). Jumlahnya mencapai 50% lebih, sedangkan Amerika Serikat minim karena masih dalam tahap pemulihan ekonomi.

"Alokasi dari lebih banyak di dua, Asia, Eropa London khususnya," ungkap Direktur Utama Danareksa Sekuritas Marciano Herman saat berbincang dengan detikFinance di SCBD, Jakarta, Rabu (10/11/2010).

Total penyerapan saham dari investor di kedua benua ini mencapai 50% lebih. Namun, Marciano tidak bisa memastikan angka pastinya. Namun jika mengasumsikan penyerapan saham oleh investor Asia dan Eropa 50% dari 3,155 miliar lembar yang ditawarkan, berarti setara dengan Rp 1,34 triliun.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Seperti diketahui, KS melakukan listing hari ini pukul 9.30 waktu JATS. Di awal perdagangan, saham KS langsung naik hingga sempat menyentuh level Rp 1.250 per lembar saham, naik 47,05%, dan akhirnya turun dikisaran Rp 1.180 per lembar saham.

BUMN baja ini memang berencana melepaskan 3.155.000.000 saham baru ke publik dan mencatatkannya di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 10 November 2010. Total dana yang akan diperoleh perseroan melalui IPO ini sebesar Rp 2,681 triliun. Seluruh dana IPO akan digunakan untuk ekspansi perseroan.

Sebagai penjamin emisi, KRAS menunjuk PT Danareksa Sekuritas, PT Bahana Securities dan PT Mandiri Sekuritas. Sebagai agen penjual asing, perseroan menunjuk Credit Suisse dan Deutsche.

Terkait gugatan dari 13 ekonom untuk membatalkan IPO KS, Marciano menilai, hal ini tidak bisa dilakukan. Pasalnya pelaksanaan IPO KS, hingga kini sama sekali tidak melanggar peraturan UUPM.

Dirinya juga mengamini pendapat Ketua Bapepam-LK, Fuad Rahmany, bahwa yang bisa diselidiki lebih lanjut adalah pihak-pihak yang melanggar dalam penjatahan saham KS, bukan perseroan.
Β 
"IPO-nya tetap jalan. Bagi kami, siapapun itu (yang berkeberatan) tidak masalah karena tidak ada yang kami langgar," ungkapnya.

"Kalau masalah proses sampai harga penilaian, harga atau nilai itu dynamic. Bisa berubah. Berbagai pertimbangan adalah industri, kepastian execution risk-nya. Moderenisasi bisa enggak dilakukan. Indeks turun atau enggak. Harga baja terus gimana. Itu yang jadi pertimbangan," tegas Marciano.

(wep/ang)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads